Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kecamatan Pedamaran Sumsel, Berjuluk Kota Tikar

Pedamaran terdiri dari 14 desa dan 8 di antaranya merupakan pusat kerajinan tikar.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Mohamad Yoenus
zoom-in Kecamatan Pedamaran Sumsel, Berjuluk Kota Tikar
Sriwijaya Post/Yandi Triansyah
Seorang pengrajin menunjukan hasil anyaman tikar berbahan purun, di Kecamatan Pedamaran, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumsel. 

Proses pertama dalam menganyam tikar dengan sebutan netar (membariskan satu persatu purun).

Setelah jumlah purun telah dirasa cukup untuk membuat satu helai tikar maka proses menganyam bisa dilanjutkan.

Setidaknya butuh waktu lima-enam jam untuk menyelesaikan satu anyaman tikar.

Biasanya orang Pedamaran dalam kurun sehari bisa menyelesaikan 2-3 tikar.

Tradisi orang Pedamaran dalam membuat tikar biasanya dilakukan beramai-ramai.

Tempat membuat tikar sendiri di dalam tempat tinggal warga sendiri.

Biasanya untuk satu rumah bisa mencapai lima-enam orang. Istilahnya sendiri lebih akrab dengan sebutan Berambak.

Rekomendasi Untuk Anda

Tujuannya Berambak supaya aktivitas menganyam tidak begitu terasa. Karena biasanya sambil nginco (ngobrol) satu sama yang lainya.

Adapun motif tikar yang dihasilkan seperti tikar jalur (begaris), Sisek Salak (warna warni), motif kotak.

Motif jalur atau begaris membentuk bermotif gambar silang kedua sisi tikar.

Motif sisek salak bewarna warni merah kuning dan biru. Sedangkan motif kotak membentuk kotak-kota kecil di dalam tikar.

Untuk motif sisek salak dan kotak dihargai Rp 35 ribu per helai. Sedangkan motif jalu atau begaris hanya dihargai Rp 15 ribu per helai.

Pemasaran tikar Pedamaran sudah merambah di kota besar seperti Palembang, dan Jabodetabek.

Namun sayang, pemasaran hanya dilakukan oleh personal orang Pedamaran sendiri.

Belum ada UKM yang menangungi hasil karya Urang Diri tersebut ke nusantara.

Belum lagi ada ahli fungsi lahan purun menjadi pusat perkebunan. Sehingga saat ini sudah terasa sulit untuk menemukan bahan baku tikar tersebut.

Nah, bagi anda yang tertarik mengunjungi sentra pengrajin tikar berbahan dasar purun, bisa langsung datang ke Pedamaran.

Di sana anda juga bisa belajar sendiri cara membuatnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas