Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Empat Kesenian Khas Betawi yang Menjadi Ikon Jakarta

Meskipun begitu, penduduk asli Jakarta yakni suku Betawi masih bisa ditemui di kota metropolitan ini.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Reynas Abdila
Editor: Mohamad Yoenus
zoom-in Empat Kesenian Khas Betawi yang Menjadi Ikon Jakarta
WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHA
Warga berfoto di depan ondel-ondel di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu. Ondel-ondel merupakan salah satu keseniah khas Betawi. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Semenjak dinyatakan sebagai ibu kota, penduduk Jakarta terus melonjak dengan kedatangan orang-orang dari seluruh daerah di Indonesia.

Meskipun begitu, penduduk asli Jakarta yakni suku Betawi masih bisa ditemui di kota metropolitan ini.

Secara umum, Betawi telah berasimilasi dengan berbagai budayanya bahkan menjadi ikon penting Jakarta.

Menurut data yang diperoleh dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta, ada empat kesenian khas Betawi yang paling populer dan dijadikan tradisi menyambut tamu negara.

"Jakarta memiliki banyak peninggalan Warisan Budaya di tengah zaman yang terus berkembang," ujar Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta, Arie Budhiman.

"Penduduk asli Betawi juga terus melestarikan bahasa, musik, tari, dan masakan sekaligus mampu berbaur ke dalam kehidupan Indonesia yang modern," tambahnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Sebagai tuan rumah, suku Betawi berhasil membuat Jakarta seakan lekat dengan maskot utamanya yakni Ondel-ondel yang merupakan ciri khas kebanggaan dari ibu kota.

Berikut empat kesenian khas Betawi yang menjadi ikon Jakarta:

1. Ondel-ondel

Manekin raksasa yang satu ini tak dapat dipisahkan dari budaya Betawi dan Ikon Jakarta.

Ondel-ondel biasanya tampil berpasangan, sang pria mengenakan topeng merah, dengan kumis dan cambang serta pakaian berwarna gelap.

Sementara si wanita bertopeng putih dengan gincu merah dan menggunakan pakaian berwarna terang.

Keduanya dilengkapi hiasan kepala khas Melayu bernama Kembang Kelapa.

Agar bisa dimainkan dan tampak hidup, ondel-ondel dibuat dari rangka bambu yang memungkinkan orang-orang membawanya dari dalam.

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas