Arief Yahya: Kita ke Madrid untuk Belajar Sukses Seperti Pariwisata di Spanyol
Potensi bahari Indonesia tampaknya membuat Menteri Pariwisata Spanyol, Isabel Maria Borrego Cortes jatuh hati
Editor: Toni Bramantoro
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Potensi bahari Indonesia tampaknya membuat Menteri Pariwisata Spanyol, Isabel Maria Borrego Cortes jatuh hati.
Begitu ditantang oleh Menpar Arief Yahya untuk berinvestasi dan menggarap marine tourism di Tanah Air, mereka langsung gerah.
Atraksi khas tropical Indonesia, gabungan nature dan culture yang beragam, cukup efektif menggerakkan naluri ekspansi bisnis mereka.
“Kami harap kita bisa segera binkin MoU – Memorandum of Understand antara Indonesia-Spanyol, kami akan segera tindak lanjuti dengan mengumpulkan semua industry di bidang marine. Ada cruise, yacht, dan konstruksi marina dan port untuk bersandar dan parkir kapal dan perahu wisata tersebut. Kita segera buka opportunity bersama,” papar Isabel Maria.
Lulusan Magister Hukum Konstruksi dan Sektor Real Estate yang lahir di “Pulau Bali-nya Spanyol” Palma de Mallorca, 11 Mei 1968 itu mengucapkan terima kasih, karena para pengusaha yang berinvestasi ke Indonesia aman dan maju.
Seperti group Hotel Melia yang sudah beroperasi sejak lama di Jakarta, Jogjakarta, dan Bali.
“Kami juga terima kasih,Wonderful Indonesia juga tampil di FITUR 2016, Feria de Madrid, salah satu pameran pariwisata terbesar di dunia,” ujar Isabel dengan kacamata frame cokelat itu.
Fitur memang ajang promosi dan pameran pariwisata terbesar nomor 3 di dunia, setelah ITB Berlin dan WTM London.
Menpar Arief Yahya mengawali perbincangan dengan memberikan ucapan selamat atas capaian Spanyol dalam merebut pasar wisman, hingga 68 juta turis setahun.
Sebuah prestasi yang fantastic dan menjadi salah satu tulang punggung penghasil devisa Spanyol.
“Kami datang ke Madrid dan Kementerian Pariwisata Spanyol untuk belajar meraih sukses seperti capaian Spanyol 2014-2015 ini,” kata Arief.
Pertama, Arief Yahya berniat mengirimkan dosen atau mahasiswa dari 4 perguruan tinggi pariwisata yang berada di bawah Kemenpar ke Spanyol.
Seperti STP Bandung, STP Bali, Akademi Pariwisata Medan, dan Akademi Pariwisata Makasar, yang wajib memiliki pengalaman luar negeri.
Menteri Isabel pun menanggapi positif rencana itu, dan menjelaskan saat ini focus Spanyol adalah memperbaiki berbagai fasilitas di objek wisata, connectivity, keamanan, dan kenyamanan termasuk disable atau orang cacat.
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.