Tribun

Wisatawan Asal Tiongkok Sekarang Lebih Banyak Dibanding Wisatawan Asal Australia yang ke Bali

Promosi gencar yang dilakukan Kementerian Pariwisata ke pasar Tiongkok mulai memperlihatkan ‘getarannya’.

Editor: Toni Bramantoro
Wisatawan Asal Tiongkok Sekarang Lebih Banyak Dibanding Wisatawan Asal Australia yang ke Bali
marketeers.com
Ilustrasi 

Kemenpar tak pernah berhenti menggelar sales mission, even travel mart, pameran pariwisata, pekan promosi kuliner, pertunjukan gamelan, festival, hingga berpartisipasi dalam bursa pariwisata di Negeri Tirai Bambu tersebut. Belum lagi promosi melalui media online dan media cetak maupun elektronik yang kian massif.

“Promosi adalah kata kuncinya. Kalau ini sukses, pariwisata akan menjadi generator pemacu dinamika pembangunan Indonesia,” papar Adi.

Hal yang rasa-rasanya tidak berlebihan mengingat Organisasi Pariwisata Dunia telah memprediksikan bahwa pariwisata merupakan industry terbesar yang tumbuh di abad 21 ini.

Pertumbuhannya diperkirakan mencapai 1,6 miliar wisatawan pada tahun 2020, dengan jumlah angka pembelanjaan mencapai US$ 2 triliun.

Kadispar Bali, Anak Agung Gede Yuniartha Putra berada dalam wacana yang sama dengan Adi. Bagi dia, promosi gencar itu adalah cara paling tepat.

Tren peningkatan angka kunjungan wisatawan ke Indonesia, khususnya Bali, bagi Agung, adalah buah promosi gencar, besar-besaran, di semua channel, di berbagai negara sasaran, dan agresif dalam banyak momentum.

Hasilnya, secara kumulatif, periode Januari-Februari 2016 ini wisman yang datang langsung ke Bali mencapai 726.336 orang.

Angka ini tercatat lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun sebelumnya 640.739 orang. Bila dikomparasi, ada kenaikan sebesar 13,36 persen.

Februari 2016, sebagian besar wisman ke Bali melalui bandara, yaitu sebanyak 367.024 orang (97,68 persen). Sedang wisman melalui pelabuhan laut sebesar 8.720 orang (2,32 persen).

Kenaikan itu diikuti dengan jumlah penerbangan internasional yang melalui bandara ini sebanyak 2.423 pesawat, naik 17,68% dibandingkan dengan Februari 2015, 2.059 pesawat.

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas