Bali Safari dan Marine Park, Tak Sekadar Tempat Main Anak-anak, Ini Buktinya!
Bali Safari membiarkan para satwanya bebas berkeliaran di area. Mereka hanya diberi pembatas kawat dan jembatan getar untuk menjaga keamanan.
Editor: Malvyandie Haryadi
Terlihat dua zebra saling berkejaran, lalu tanpa malu-malu salah satu zebra menaiki badan zebra kedua.
Serentak pengunjung sibuk mengambil gambar dan tertawa terbahak-bahak, termasuk ranger trem yang Kompas.com tumpangi.
Ia pun berkata bahwa saat ini memang sedang musim kawin zebra.
Setelah mengelilingi semua zona, Kompas.com beranjak untuk menyaksikan pertunjukan edukasi satwa.
Bali Safari mengadakan tiga acara berturut-turut, yaitu pertunjukan seputar hewan domestik—atau hewan peliharaan—, gajah, dan harimau.
Intinya, ketiga acara tersebut mengajak penontonnya untuk menjaga kelestarian alam dan hewan, terlebih satwa terancam punah.
Ini semacam cubitan kecil bagi orang dewasa yang kadang "alpa" untuk membuang sampah pada tempatnya.
Sensasi "dikerangkeng" datang lagi saat ikut safari night.
Kegiatan ini sebenarnya melintasi rute serupa, tetapi pengunjung dibawa dalam mobil yang berbentuk kerangkeng di bagian belakang.
Aktivitas pun jadi lebih tegang karena singa dan harimau yang tadinya hanya bermalas-malasan berubah lincah.
Terlebih ketika para pelatih hewan melempar potongan-potongan ayam dari atas pagar kerangkeng mobil.
Rafli, si harimau bengala, langsung loncat ke atas mobil ketika pelatih menyodorkan paha ayam.
Ia berjalan mondar-mandir di atas kepala penumpang mobil.
Air liurnya menetes, matanya tajam mengawasil daging berikutnya. Ngeri-ngeri sedap....