Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Menengok Pabrik Cerutu di Temanggung, Sudah Ribuan Batang yang Diperoduksi Sejak 1910

Pabrik tersebut berdiri setelah pemiliknya Hoo Tjong An belajar cerutu dari pembuat cerutu asal Filipina.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Menengok Pabrik Cerutu di Temanggung, Sudah Ribuan Batang yang Diperoduksi Sejak 1910
(TRIBUN JATENG/HERMAWAN HANDAKA)
Pabrik Cerutu Rizona di Jalan Diponegoro 27 Temanggung. 

TRIBUNNEWS.COM -- PABRIK Cerutu Rizona berdiri sejak 1910.

Pabrik ini terletak di Jalan Diponegoro 27 Temanggung.

Pabrik tersebut berdiri setelah pemiliknya Hoo Tjong An belajar cerutu dari pembuat cerutu asal Filipina.

Lepas menimba ilmu, Hoo Tjong An membangun pabrik kecil dan mempekerjakan warga di sekitar pabrik. Nama Rizona diambil dari merek cerutu luar negeri.

Meski Temanggung merupakan penghasil tembakau, cerutu Rizona sebagian besar tidak memanfaatkan tembakau Sumbing-Sindoro karena tembakau Temanggung terlalu tebal dengan tulang daun yang kekar sehingga akan patah dan sobek ketika digulung.

Baca: Sakit Hati Bapak Kos yang Tersingkir Jadi Dendam Membara Karena Perlakuan Diperum

Baca: Didakwa Cabuli Mahasiswi, Dosen Unila Dituntut Penjara 2 Tahun

Produsen ini lebih banyak mendatangkan bahan baku dari Jember Jawa Timur.

Konsumennya, kala itu adalah orang-orang Barat di Temanggung dan daerah lain di pulau Jawa.

Rekomendasi Untuk Anda

Tetapi seiring perkembangan zaman, cerutu kalah dengan rokok kretek dan klembak menyan sehingga produksinya semakin menurun.

Baca: BREAKING NEWS- Gisella Anastasia Dikabarkan Gugat Cerai Gading Marten

Tahun 1940 Rizona dipimpin anak Hoo Tjong An, Sunardi Hartono.

Lima puluh tahun kemudian anak Sunardi, Mulyadi Hartono memegang kendali.

Pabrik Cerutu Rizona di Jalan Diponegoro 27 Temanggung.q
Pabrik Cerutu Rizona di Jalan Diponegoro 27 Temanggung. (Tribun Jateng/Hermawan Handaka)

Tetapi saat ini produksi cerutu kurang menguntungkan dikarenakan jumlah konsumen yang sedikit.

Saat ini, Mulyadi mempekerjakan 38 orang yang bertugas membersihkan daun tembakau sampai mengepak dus-dus cerutu.

Sebagian besar karyawan adalah kaum perempuan yang dianggap lebih telaten dan Iebih rapi dalam bekerja.

Pemilik Pabrik Cerutu Rizona Temanggung, Mulyadi Hartono, menjelaskan, tak hanya proses pembuatan cerutu yang masih dipertahankan, tembakaupun masih dipasok dari Jember.

Proses pembuatan cerutu dimulai dengan pengasapan tembakau.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas