Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribunners
LIVE ●

Tribunners / Citizen Journalism

Politik

"Keberanian bangsa ini menapaki jalan terjal demokrasi melalui Pilpres 2014, telah menyusun indeks "Sari Buah" atau Satu Hari Buat Sejarah"

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Politik
Kompas
alon presiden nomor urut 2, Joko Widodo mengunjungi kantor Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Provinsi Banten di Kota Serang, Banten, Rabu (16/7/2014). Menurut hasil hitung cepat Kompas pada Pemilu Presiden 2014, pasangan calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo - Jusuf Kalla unggul dengan perolehan suara 52,34 persen. 

Oleh Dody Susanto
Direktur Klinik Pancasila

Keberanian bangsa ini menapaki jalan terjal demokrasi melalui kontestasi Pilpres 2014 , telah menyusun indeks "Sari Buah" atau Satu Hari Buat Sejarah.

Bagi perkembangan demokrasi, juga menyisakan problem laten tentang disintegrasi bangsa, karena indeks persatuan nasional kita memerlukan aksi dan strategi lebih merajut kohesi antar anak negeri di semua lini kehidupan karena dan (darah nadi air ) bangsa yang majemuk.

Belajar dari siklus demokrasi di belahan dunia, kontestasi hanya memberi peluang untuk kalah dan menang, tetapi belum mengelola inti demokrasi yaitu inter aksi terus menerus dengan " Jiwa Besar" atau Jujur Ikhlas Wawasan Arif Besar Hati Ekspektasi Situasi Arah Be-rubah.

Sehingga jika indeks kematangan dan kedewasaan suatu komunitas kecil , peluang perselisihan lanjutan pasca Pilpres membuat energi positif bangsa defisit.

Ini mencirikan bahwa gegap gempita adagium yang penting demokrasi prosedural legitimit, baru kita masuk fase substansial, semakin menjauh dari Akal Sehat.

Karena prinsip "Sampai Dahulu, Urusan Belakangan " sangat menciderai tulisan indah bagi peradaban anak cucu di masa depan.

Rekomendasi Untuk Anda

Dalam konteks itu, sikap proaktif Jokowi-JK untuk merajut Kerukunan Obat Manjur Persatuan Abadi Kekal atau "Kompak" layak diapresiasi sebagai re-inventing nilai-nilai harmoni bangsa berupa Toleransi Empati Rukun Akur Tabiat Asli Indonesia atau "Teratai" yang rambatan alirannya diharapkan dapat menyambung dampak Kontestasi Eleksi Terbelah Unsur Pendukung Antar Tokoh atau "Ketupat" demi persatuan rakyat yang kuat. (*)

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com


Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Tags:
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas