Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribunners
LIVE ●

Tribunners / Citizen Journalism

Mengenali Pola Terbaru Serangan Teroris di Indonesia Pasca-Tragedi Perancis

Gaya teror di Indonesia yang biasanya menggunakan bom bunuh diri kini berubah menjadi aksi serangan bersenjata.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Mengenali Pola Terbaru Serangan Teroris di Indonesia Pasca-Tragedi Perancis
Wartakota/Budi Sam Law Malau
Agustian Hermawan, Ketua KNPI Kota Depok periode 2000-2005, yang bergabung menjadi militan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) tewas. 

Pengawasan senjata api yang cukup ketat perlu diterapkan di Indonesia.

Kedua, aksi teror terbaru di Perancis dengan menggunakan sarana kendaraan yang menabrak kerumunan, dilihat dari keberhasilan aksi teror, cukup sukses.

Aksi ini juga lebih murah dan cenderung lebih aman karena akan sulit untuk dideteksi.

Murah karena peralatan yang digunakan dijual bebas, dan cukup aman karena peralatan yang digunakan bukan suatu larangan. Sasaran teror juga cukup mudah dicari seperti kerumunan orang.

Ketiga, aksi teror memanfaatkan situasi kemacetan lalu lintas di beberapa daerah.

Keempat, aksi teror melalui serangan internet atau serangan teror menggunakan keahlian teknologi lainnya dengan tujuan mengacaukan sistem ekonomi, sistem bank, pencurian data penting/rahasia dll.

Kelima, serangan-serangan teror model lama seperti hijacking, bom bunuh diri, penyergapan, penyerangan ke kantor-kantor Polisi, penculikan VIP dan VVIP dll juga masih akan dilakukan, menunggu kelengahan kita saja.

Rekomendasi Untuk Anda

Baik kita atau kelompok teror, sama-sama tidak mengetahui “jam D” serangan dari lawan akan terjadi, namun kelompok teror memiliki banyak circuumstances untuk melakukan serangannya.

Halaman 3/3

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com


Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas