Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribunners
LIVE ●

Tribunners / Citizen Journalism

'Saya Sudah Dua Tuhan di Indonesia'

Kisahnya juga sederhana, Polosin sejak didatangkan oleh PSSI melalui kerja Ismed D. Taher dari Uzbekistan, memiliki semangat yang luar biasa

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Toni Bramantoro
zoom-in 'Saya Sudah Dua Tuhan di Indonesia'
foto: M Nigara
Polosin dan Danurwindo. 

Polosin lahir di Tasken, Uzbekistan, tapi seluruh keluarganya di Ukraina. Lama, kami berempat tak mengeluarkan kata-kata. Suara AC terasa begitu kencang memenuhi seluruh ruangan.

Selepas sukses di Seag Manila, Polosin tak bisa segera kembali karena kekacauan begitu luar biasa di Uni Soviet. Dan ketika negerinya resmi bubar, Januari 1992, saya bertemu Polosin, masih di kantor Liga Galatama, Stadion Utama, ia tersenyum pahit.

"Paspor saya tak berlaku. Saya tak punya negara," katanya lagi.

Terlihat wajahnya begitu memilukan.

Itulah pertemuan terakhir saya dengan pelatih yang keras tapi lembut. Yang baik, tapi tegas. Yang lucu, tapi tak mau kompromi pada ketidak disiplinan.

Saat ini Polosin sudah berpulang, tepatnya 11 September 1997, di usianya yang ke-67, di Moskow. Ia meninggal sebagai warga negara Rusia.

Spasibo (spasiba) drug ya terima kasih sahabat....

Rekomendasi Untuk Anda

*M. Nigara, Wartawan Sepakbola Senior

M. Nigara
M. Nigara (dok pribadi)
Halaman 3/3

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com


Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas