Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
Tribunners
Tribunners

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email: redaksi@tribunnews.com.


Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Tribunners / Citizen Journalism

Polemik PSBB dan Lambannya Kinerja Pemerintah

Pemerintah sebagai leading sector jalannya pemerintahan disuatu negara, bertanggung jawab dalam seluruh aspek

Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Polemik PSBB dan Lambannya Kinerja Pemerintah
istimewa
Khoirul Anam Gumilar Winata S.IP,. M.IP 

Oleh: Khoirul Anam Gumilar Winata S.IP., M.IP *)

TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah sebagai leading sector jalannya pemerintahan disuatu negara, bertanggung jawab dalam seluruh aspek kehidupan masyarakat sebagai warga negara.

Maka dari itu pemerintah diberi kewenangan secara konstitusional untuk mengeluarkan kebijakan dengan tujuan mengatur jalannya pemerintahan dengan mengacu kepada konstitusi dan mempertimbangkan kondisi sosial masyarakat, serta pertimbangan lainnya untuk kemaslahatan negara dan hajat hidup orang banyak.

Begitupun dalam penanganan pandemi Covid-19, dari mulai membuat kebijakan, sampai dengan implementasi kebijakan, pemerintah bertanggung jawab penuh dalam penanganan pandemi ini.

Di awal pandemi masuk ke Indonesia kita melihat ketidak sigapan pemerintah mencegah dan menangani pandemi ini, berbeda pendapat antara pemerintah pusat dan daerah, berbeda pendapat antar kementrian yang mengakibatkan tumpang tindih kebijakan dan miss koordinasi, sehingga membingungkan masyarakat.

Baca: Putranya Alami Perundungan hingga Ditelanjangi, Orang Tua Ferdian Paleka Sedih dan Kecewa

Baca: Agnez Mo Bersyukur Wabah Virus Corona Mendekatkannya Pada Keluarga

Baca: Sang Agen Pesimis Dayot Upamecano Tinggalkan RB Leipzig

Baca: Jawaban Soal SMP TVRI Prosedur Penjernihan Air Menggunakan Biji Kelor, Senin, 11 Mei 2020

Kegaduhan tersebut karena pemerintah gagal menganalisa dan memprediksi tentang situasi global, salah langkah dalam mengambil kebijakan ditengah pandemi global yang saat itu sudah menimpa berbagai negara.

Di Indonesia penyebaran pandemi covid-19, lebih dari tige belas ribu orang terkena covid -19, dan lebih dari sembilan ratus orang meninggal dunia.

Berita Rekomendasi

Penyebarannya terus berjalan mengancam kesehatan dan nyawa masyarakat.

Bukan hanya berdampak pada kesehatan, dampak ekonomi, sosial, budaya, dan banyak aspek kehidupan masyarakat terganggu.

31 Maret lalu pemerintah pada akhirnya mengeluarkan kebijakan, yaitu Peraturan Pemerintah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan Keppres penetapan kedaruratan kesehatan.

Dengan tujuan agar pemerintah daerah tidak mengeluarkan kebijakan masing-masing, dan semua kebijakan daerah harus disesuaikan dengan peraturan UU, PP, dan kepres tersebut.

PSBB diberlakukan pertama di Provinsi DKI Jakarta, kemudian sebagian Provinsi Jawa Barat, sebagian kota/kabupaten diSumatra Barat, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, sampai Sulawesi.

Berbagai daerah lainnya terus bertambah mengajukan PSBB di wilayahnya dan bahkan beberapa wilayah diperpanjang masa pemberlakukan PSBB karena kondisi pandemi yang belum selesai.

Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) diharapkan bisa mencegah penyebaran Covid-19, dengan berbagai SOP sesuai dengan daerah masing-masing.

Halaman
1234
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
© 2024 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas