Tribunners
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Tribunners / Citizen Journalism

Masih Relevankah Pancasila?

Pancasila hanya ramai dipidatokan di dalam acara-acara seremoni kenegaraan, kepartaian, dan kantor-kantor.

Dalam 10 tahun terakhir, aspirasi ekstrem kanan marak di Indonesia. 

Sekadar contoh, baru-baru ini polisi mengamankan sepasang suami-istri saat mereka sedang menyebarkan pamflet paham khilafah di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Ada pula ribuan orang yang rela bergabung dengan Islamic State in Iraq and Syria (ISIS) di Timur Tengah untuk bertempur melawan tentara pemerintah yang sah. 

Ketika kemudian terlunta-lunta di negeri orang, mereka berniat pulang ke Indonesia. Mereka merasa tertipu oleh ISIS. 

Kalau sudah begini, siapa yang harus bertanggung jawab? 

Lalu bagaimana seharusnya sikap pemerintah, memulangkan mereka ke Tanah Air atau membiarkan mereka terlunta-lunta di negeri orang? 

Pembukaan UUD 1945 mengamanatkan agar negara melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia. 

Namun di sisi lain, dengan mereka membakar paspor Indonesia, Kartu Tanda Penduduk (KTP), dan bersumpah setia kepada tentara negara asing, maka secara otomatis kewarganegaraan Indonesia mereka gugur, sesuai ketentuan UU No 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan.

Di sinilah pemerintah menghadapi buah simalakama. 

Aksi-aksi terorisme yang diasosiasikan dengan paham radikalisme juga marak di Indonesia. 

Halaman
1234
Editor: Hasanudin Aco
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas