Tribunners
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Tribunners / Citizen Journalism

Masih Relevankah Pancasila?

Pancasila hanya ramai dipidatokan di dalam acara-acara seremoni kenegaraan, kepartaian, dan kantor-kantor.

Ribuan tersangka teroris telah ditangkap, tapi aksi-aksi terorisme tetap marak. 

Di pihak lain, komunisme tak kunjung mati. Pada 11 Mei 2020 lalu, misalnya, sebuah bendera Merah Putih yang dibubuhi logo palu arit, yang identik dengan logo Partai Komunis Indonesia (PKI), berkibar di kawasan Kampus Universitas Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan, dan hingga kini proses hukum kasus ini masih berlangsung. 

Mengapa bahaya laten, baik ekstrem kanan maupun ekstrem kiri di Indonesia tak mati-mati? 

Tak berlebihan kiranya bila dikatakan karena Pancasila belum bisa memuaskan semua pihak. 

Pancasila belum mampu memberi solusi atas problem-problem yang nenghantui bangsa ini, terutama problem keadilan dan kesejahteraan. 

Relevansi Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara pun dipertanyakan. 

Misalnya, kalau memang ber-Ketuhanan Yang Maha Esa, mengapa aktivitas-aktivitas keagamaan marak, tapi di saat yang sama korupsi yang jelas-jelas diharamkan agama juga marak?

Bila ber-Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, mengapa masih banyak fakir miskin dan anak-anak terlantar yang tidak dipelihara oleh negara, sebagaimana diamanatkan Pasal 34 UUD 1945?

Bila ber-Persatuan Indonesia, mengapa masih banyak konflik sosial di negeri ini? Mengapa masih ada kelompok seperatis di Papua? 

Mengapa elite-elite politik kita masih suka gontok-gontokan?

Halaman
1234
Editor: Hasanudin Aco
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas