Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribunners
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Tribunners / Citizen Journalism

Filateli

Bukan Hanya Prangko, Filatelis Banyak Memburu Barang-barang Langka

Begitu banyak benda- benda pos lain dengan nilai kelangkaan tinggi yang semakin menjadi incaran filatelis mulai dari pemula hingga kelas dunia.

Bukan Hanya Prangko, Filatelis Banyak Memburu Barang-barang Langka
Foto Gilang Adittama
Berbagai benda filateli yang dikoleksi filatelis. 

Oleh: Gilang Adittama *)

Bagi kalangan awam, filateli mungkin dianggap hanya sebagai hobi mengumpulkan prangko bekas dari amplop surat.

Seiring dengan berkembangnya penelitian di bidang filateli, selera para filatelis maupun aturan dalam perlombaan filateli juga berkembang.

Bahkan filateli ada ilmunya yang biasa kita sebut Timbrology. 

Bahkan ada sekolah filateli di Pennsylvania di Amerika Serikat yang dibangun oleh American Philatelic Society dan ada gelar bagi filatelis top dunia juga dari Inggris.

Begitu banyak benda- benda pos lain dengan nilai kelangkaan tinggi yang semakin menjadi incaran filatelis mulai dari pemula hingga kelas dunia.

Baca juga: Layaknya Sebuah Kajian Ilmiah, Filateli Juga Gunakan Literatur Rujukan

Berikut adalah benda- benda pos langka yang sangat layak untuk dikoleksi.

1. Folded letters/pre-philatelic cover

Sebelum prangko diciptakan dan diedarkan pada tahun 1840, sistem pengeposan hanya mengenal kertas surat lipat dengan segel lilin (wax seal) dan cap pos dengan keterangan seputar pelunasan biaya kirim, kota asal, dan beberapa informasi lainnya.

Mengingat harganya yang sangat beragam dan tampilan klasiknya, benda seperti ini banyak dikoleksi oleh filatelis di kelas postal history, traditional, dan thematic.

Salah satu surat jenis ini yang paling terkenal adalah surat bulu dari kepulauan Aland (Finlandia).  

2. V-Mail dan Airgraph

Di era Perang Dunia II, negara-negara sekutu membuat sistem yang lebih efisien untuk pengiriman surat.

Sistem ini mengurangi beban muatan kendaraan pengangkut sekaligus menjamin keamanan pesan yang dikirim.

Koleksi filateli yang sedang dibenahi kolektor prangko.
Koleksi filateli yang sedang dibenahi kolektor prangko. (Foto Gilang Adittama)

Pengirim surat biasanya menuliskan pesannya pada selembar formulir khusus, lalu pesan tersebut diubah menjadi sebuah microfilm seukuran kuku jari.

Setibanya di lokasi tujuan, microfilm akan dicuci cetak dan isi pesannya akan dikirimkan ke penerima dalam format 60 persen dari ukuran asli.

V-mail sendiri sebetulnya diadaptasi dari sistem Airgraph milik pos Inggris di era 1930an.

V-Mail dan Airgraph banyak diminati karena seringkali pengirimnya membuat ilustrasi dengan berbagai topik dan gambar yang cocok untuk koleksi filateli tematik.

3. Busta Lettera Postale (BLP)

Benda pos ini sebenarnya adalah amplop yang dicetak oleh federasi komite bantuan bagi para veteran perang yang tuna netra, teramputasi, atau menyandang diabilitas dan beredar di Italia sekitar tahun 1920 – 1923. 

Pada amplop tersebut biasanya terdapat banyak ruang untuk iklan yang sebagian pendapatannya akan disumbangkan untuk korban perang.

Dinas Pos Italia merestui penggunaan BLP dengan memberikan prangko khusus dengan cetak tindih B.L.P untuk amplop surat ini.

BLP saat ini banyak ditampilkan pada koleksi di kelas thematic dan postal history.

Baca juga: Warisan Dunia Kastil Himeji Jepang Semangatkan Filatelis Mengoleksi Prangko

4. Postal Cheque

Para filatelis umumnya mengoleksi amplop periklanan dari layanan pengiriman uang ini.

Postal Cheque diberlakukan oleh Dinas Pos Belgia, Jerman, Swiss dan Prancis mulai tahun 1912.

Iklan-iklan terpajang pada amplop postal cheque menggambarkan bagaimana kondisi industri saat itu.

Kreativitas para pembuat iklan yang menempatkan berbagai ilustrasi menarik tentu sangat menguntungkan filatelis tematik.

5. Telegraph/Telegram

Jauh sebelum munculnya surat elektronik (email), SMS, dan aplikasi percakapan lainnya, dinas pos Inggris sudah memikirkan bagaimana caranya pesan bisa tersampaikan dengan cepat walau harus melintasi jarak sangat jauh.

Beberapa negara mengeluarkan kertas khusus dengan ilustrasi sangat artistik untuk telegram.

Benda pos satu ini jelas sangat memiliki daya tarik tersendiri bagi para filatelis.

6. Pigeon-gram

Seperti di film-film, jasa burung merpati memang digunakan oleh dinas pos India sejak 1930an.

Kecenderungan burung merpati untuk kembali ke tempat tinggal asalnya menjadikan mereka pembawa surat yang disiplin.

Contoh-contoh Literatur Filateli.
Contoh-contoh Literatur Filateli. (Foto: Gilang Adittama/Richard Susilo)

Saat ini kertas pigeon-gram yang kurang lebih hanya sebesar dua jari orang dewasa menjadi barang langka dengan harga jutaan rupiah di kalangan filatelis.

Para filatelis biasanya menampilkan nama burung merpati yang tertera di carik tersebut sebagai bahan pameran.

Setelah mengetahui banyaknya benda pos lain yang layak dikoleksi, tentunya kita tidak lagi berpikir bahwa filateli adalah hobi membosankan.

Kita pun kini memiliki lebih banyak peluang untuk mengembangkan dan menambah nilai koleksi kita dengan memasukkan benda- benda tersebut ke dalam koleksi kita. 

Bagi yang ingin berdiskusi filateli ada whatsapp group bagi Filatelis, email ke: filateli@jepang.com Subject: Filatelis, dengan nama lengkap alamat tanggal lahir dan nomor whatsapp, gratis.

*) Penulis adalah peraih medali Vermeil Tematik di Bangkok F.I.P 2013 dan Large Vermeil di Singapore fournation 2016. Sisanya ada beberapa medali pameran filateli dari tahun 2005 - 2012. Magister pendidikan bahasa Inggris, Universitas Lampung

Editor: Dewi Agustina
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas