Tribunners
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Tribunners / Citizen Journalism

Tren Pola Hidup Ramah Lingkungan

Kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan hidup dengan membatasi pembuangan bahan bahan polutan memang sudah tumbuh.

Tren Pola Hidup Ramah Lingkungan
Shutterstock
Ilustrasi ramah lingkungan cinta lingkungan 

Kesadaran menjalani pola makan dan pola hidup sehat, dengan kembali ke alam atau back to nature, dengan mengkonsumsi bahan bahan segar dari alam dan sebisa mungkin menghindari bahan olahan, semakin banyak dimiliki.

Tren kenaikan jumlah orang yang concern terhadap lingkungan, yang green oriented diprediksi oleh ahli, akan mengalami kenaikan di masa mendatang.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mentargetkan Indonesia bersih sampah 2025. Untuk mencapai target itu, diperlukan kerja sama dari semua elemen masyarakat.

Mulai dari level micro, kita bisa mulai dari diri kita sendiri, dengan mempertimbangkan masak masak sebelum pergi berbelanja, beli barang yang memang kita butuhkan dan pilih mana yang paling ramah lingkungan.

Sehingga bila sebagian harus berakhir di tempat sampah, barang itu masih bisa didaur ulang.

Beberapa contoh yang bisa kita praktekkan, selain yang sudah disebut di atas adalah sebagai berikut :

1.        Rajin memilah sampah, pisahkan sampah organik, yang bisa didaur ulang dan infeksius. Sampah organik bisa dijadikan pupuk alami, bahan bahan yang bisa didaur ulang disetorkan ke bank sampah. Banyak wilayah RT, RW sudah memiliki bank sampah.

2.       Membatasi belanja pakaian. Beli hanya saat kita betul betul perlu dan pilih yang eco-friendly. Bahan pakaian sebagian besar tidak bisa didaur ulang. Usahakan memanfaatkan pakaian lama. Agar nampak tetap modis, bisa match dan mix antara koleksi lama dan baru.  

3.       Batu baterai dan sampah barang elektronik, bisa membahayakan kalau tidak dikelola dengan benar. Buanglah secara terpisah dengan sampah lain.

4.       Sebisa mungkin pergunakan diaper dan pembalut dari kain yang bisa dicuci dan pakai ulang. Kalau toh sangat terpaksa menggunakan yang sekali pakai, keluarkan isinya dan pergunakan sebagai pupuk tanaman, setelah kotoran dibersihkan. Pembungkusnya dari bahan plastik tidak bisa didaur ulang.

Halaman
1234
Editor: Setya Krisna Sumarga
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas