Tribunners
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Tribunners / Citizen Journalism

Tren Pola Hidup Ramah Lingkungan

Kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan hidup dengan membatasi pembuangan bahan bahan polutan memang sudah tumbuh.

Tren Pola Hidup Ramah Lingkungan
Shutterstock
Ilustrasi ramah lingkungan cinta lingkungan 

5.       Masa pandemi, limbah masker sekali pakai menjadi sangat banyak. Perlu dipikirkan upaya untuk mendaur ulang secara aman dan bertanggung jawab.

6.       Masa pandemi juga menyebabkan ibu rumah tangga lebih banyak berbelanja secara online dibandingkan sebelumnya. Packing barang belanjaan lebih sering mempergunakan plastik, bahkan untuk barang barang fragile, tidak jarang menambahkan bubble wrap yang berbahan plastik.

7.       Membatasi penggunaan tissue dan sejenisnya, sebab proses pembuatan tissue dan sejenisnya melibatkan aktivitas penebangan pohon.

8.       Sebisa mungkin menggunakan pembersih yang biodegradable (dapat diurai oleh mikroorganisme), mengingat cukup banyak pembersih yang kita pakai setiap harinya dalam bentuk sabun cuci piring, sabun mandi, sabun cuci tangan, shampoo, pembersih lantai , dan lain lain.

Propaganda meminimalisir penggunaan plastik nampak cukup berhasil. Namun, sebetulnya pilihan antara plastik dan kertas masih cukup dilematis, menurut beberapa tulisan yang pernah saya baca.

Dibutuhkan energi 91 % lebih sedikit dalam mendaur ulang plastik dibandingkan mendaur ulang  setengah kilo kertas.

Memproduksi kantong kertas ternyata menggunakan lebih banyak energi dan juga air. Hal ini juga memicu berkembangnya polusi udara dan juga limbah padat jika dibandingkan dengan kantong plastik.

Tingkat daur ulang dari kedua jenis kantong tersebut sangat rendah hanya sekitar 10 - 15 % dari kantong kertas dan 1 - 3 % kantong plastik daur ulang.( Detikfood 6 April 2010).

Selain membutuhkan energi 3,4 kali lebih besar pembuatan kantong kertas membutuhkan air sebanyak 4,7 kali lipat lebih banyak daripada untuk membuat kantong plastik.

Pabrik pembuat kemasan kertas menjadi penyumbang gas rumah kaca terbesar ke empat di dunia. Sementara untuk pembuatan kantong plastik sebenarnya tiga kali lebih rendah.

Halaman
1234
Editor: Setya Krisna Sumarga
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
Ikuti kami di
berita POPULER
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas