Tribunners
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Tribunners / Citizen Journalism

Tenggang Rasa dalam Bermuamalah Ekonomi

Sekarang saat yang tepat bagi pemerintah dan para orang kaya menunjukkan kepeduliannya dengan mensupport saudara-saudara yang terpuruk ekonominya.

Tenggang Rasa dalam Bermuamalah Ekonomi
moneysmart.id
ilustrasi sedekah 

Abu hanifah: sambil menunduk seakan ada yang ia pikirkan, bagaimana jika kita minta tolong kepada juru taksir agar dapat menilai seobjektif mungkin harga dari kain sutera yang engkau jajakan dengan demikian ibu tidak merasa menyesal terhadap harga kain yang akan akan saya beli nantinya

Singkat ceriata juru taksir kain sutera pun selesai menaksir dengan mengeluarkan nilai taksir kain sutera sebesar 400 dinar dan untuk selanjutnya kain sutera itupun dibeli oleh ulama besar tersebut.

Dari kisah di atas nampak sebuah transaksi biasa jual beli di dalamnya, dimana ada tawar menawar harga hingga terjadi kesepakatan keduanya untuk bertransaksi.

Namun sesungguhnya kisah di atas memberikan pelajaran bagi kita bahwa ada nilai kemuliaan disana yakni tenggang rasa yang diajarkan oleh seorang ulama besar yakni Abu Hanifah.

Rasa tersebut barangkali saat ini semakin menipis untuk dimalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kisah tersebut mengajarkan pada kita tenggang rasa pada transaksi bidang ekonomi inilah yang semestinya dipelihara oleh umat manusia, bukan sebaliknya berniaga yang hanya berorientasi mengejar pada keuntungan materi keduniawian semata.

Apabila kita telaah lebih jauh bahwa tenggang rasa merupakan sikap seseorang yang menempatkan perasaannya pada perasaan orang lain, manakala ia dihadapkan permasalahan yang sama sehingga ia akan bersikap lebih bijak dalam mengambil sebuah keputusan.

Seorang ulama besar sekaligus sebagai pedang kain sutera dimasanya, tentulah ia dalam menjalankan bisnisnya tidak semata-mata pada kalkukulasi hitungan untung rugi semata.

Namun ia sadar bahwa bahwa amanat yang ia jalankan di dunia hanya sebagai perhentian sementara untuk memperoleh dari pintu surga mana saja yang akan ia masuki.

Jika ia pedagang yang sholeh maka dengan menjunjung tinggi kejujuran, transparan dan berlaku adil didalam menjalankan profesinya tersebut dapat membawa dirinya pada keselamatan dan akan mendiami surga kekal abadi.

Halaman
123
Editor: Dewi Agustina
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
Ikuti kami di
berita POPULER
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas