Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribunners
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Tribunners / Citizen Journalism

Ancaman Pidana 10 Tahun Penjara Belum Sebanding dengan Penderitaan Bocah Korban Pesugihan

Keinginan saya agar para pelaku kekerasan fisik dan psikis yang mengakibatkan luka ekstrem pada anak dihukum seberat-beratnya.

Ancaman Pidana 10 Tahun Penjara Belum Sebanding dengan Penderitaan Bocah Korban Pesugihan
KOMPAS.COM/ABDUL HAQ YAHYA MAULANA T.
AKBP Tri Goffarudin, Kapolres Gowa, Sulawesi Selatan tengah membesuk AP (6), bocah perempuan yang menjadi korban ritual pesugihan. Sabtu, (4/9/2021).(KOMPAS.COM/ABDUL HAQ YAHYA MAULANA T.) 

KETIKA anak dirudapaksa oleh orang dewasa, si pelaku diancam pidana 5-15 tahun. Jika pelakunya adalah orang tua si anak, pidananya ditambah sepertiga.

Lumayan berat hukuman bagi orang yang telah melakukan kebejatan seksual dengan efek jangka panjang terhadap lahir dan batin anak.

Tapi gilanya, ketika orang tua dengan paksa mengambil mata anaknya dengan kekerasan fisik, betapa pun itu juga mengakibatkan trauma jangka panjang (bahkan mungkin sepanjang hayat) pada diri si anak.

Tapi hukuman bagi pelakunya hanya penjara maksimal lima tahun. Tanpa pemberatan pula.

Jadi, walau saya sedih sekaligus marah luar biasa pada para pelaku kekerasan fisik yang mengambil paksa mata itu, namun kemurkaan saya tidak sungguh-sungguh terwakili oleh hukum (UU Perlindungan Anak) yang ada saat ini.

Keinginan saya agar para pelaku kekerasan fisik dan psikis yang mengakibatkan luka ekstrem pada anak dihukum seberat-beratnya, ternyata hanya "dipuaskan" oleh penjara antara 3,5 hingga 5 tahun.

Saya mencoba menenangkan hati dengan mendorong penerapan pasal eksploitasi terhadap anak.

Karena pesugihan dilakukan lewat 'pemanfaatan fisik' anak untuk tujuan ekonomi, maka definisi 'eksploitasi secara ekonomi' dalam UU Perlindungan Anak sudah terpenuhi.

Ancaman pidananya paling lama 10 tahun penjara.

UU Penghapusan KDRT juga memuat sanksi pidana yang sama, yakni penjara maksimal 10 tahun, bagi pelaku kekerasan dalam rumah tangga.

Halaman
12
Editor: Dewi Agustina
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
Ikuti kami di
berita POPULER
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas