Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribunners
LIVE ●

Tribunners / Citizen Journalism

Merah Putih: Sekadar Bendera Atau Ada Makna Lain Yang Lebih Dalam?

Tetapi tahukah Anda bahwa "Merah-Putih" (Jw: tes bang-tes putih), bahasa lain dari "Lingga-Yoni" atau "Bapa Angkasa-Ibu Pertiwi" atau "Curiga-Warangka

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Toni Bramantoro
zoom-in Merah Putih: Sekadar Bendera Atau Ada Makna Lain Yang Lebih Dalam?
freepik
Merah Putih 

OLEH: Untung Suropati

Untung Suropati    1
Untung Suropati

SETIAP BULAN KEMERDEKAAN-tanggal 1--31 Agustus--bangsa Indonesia mengibarkan bendera Merah Putih.

Tetapi tahukah Anda bahwa "Merah-Putih" (Jw: tes bang-tes putih), bahasa lain dari "Lingga-Yoni" atau "Bapa Angkasa-Ibu Pertiwi" atau "Curiga-Warangka" atau "Maskulin-Feminin" sejatinya bukan sekadar bendera tetapi juga ajaran?

Pertanyaannya, ajaran yang bagaimana atau seperti apa? Ajaran adiluhung Nusantara (baca: Jawa)* tentang asal-usul kehidupan.

Tepatnya cikal bakal dumadiné raga atau terjadinya raga/ badan. Kita bisa disebut manusia--bukan makhluk halus--karena kita memiliki raga alias terbungkus badan bukan? Sedemikian dalam makna "Merah-Putih" sehingga Sukarno membangun "Lingga-Yoni" raksasa di jantung DKI Jakarta. Kita mengenalnya sebagai Monas.

Sayang seiring perjalanan waktu, seiring menguatnya pengaruh dan berbagai ajaran asing pasca-runtuhnya Majapahit, pengertian "Merah-Putih" lambat laun mengalami degradasi atau pendangkalan: Merah adalah berani, Putih artinya suci.

Sekali lagi, strategi "Soft Power" ala Jüri Lina terbukti ampuh dan tepat sasaran.

Rekomendasi Untuk Anda

Mari jadikan bulan Agustus sebagai momentum retrospeksi.

Mari jadikan bulan kemerdekaan NKRI untuk mengingat dan mengibarkan kembali ajaran-ajaran adiluhung Nusantara yang lama menghilang.

*) Jawa di sini artinya mbeneh atau bener lan pener atau benar dan bijaksana. Bukan sebagai nama suku, bahasa, pulau, atau tradisi/ budaya.

#saveindonesia
#kembalikenusantara

Bumi Jenggala, 1-8-2023

*Untung Suropati, Pemerhati Sejarah dan Budaya

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com


Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas