Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email: redaksi@tribunnews.com.
Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.
Benarkah Heli Presiden Iran Ebrahim Raesi Murni Kecelakaan Udara?
Helikopter yang ditumpangi Presiden Iran Ebrahim Raesi dan Menlu Iran Hossein Amirabdollahian, mengalami kecelakaan Minggu (19/5/2024).
Editor: Setya Krisna Sumarga
Keteguhannya melaksanakan prinsip-prinsip berdaulat Iran, yang disandera blokade ekonomi barat, membuat dia berbeda dengan pemimpin Iran lainnya.
Di era Raesi pula, kemampuan penguasaan dan produksi teknologi pesawat nirawak (drone) Iran begitu signifikan.
Rusia bahkan mengadopsi produk drone kamikaze dan intai Iran, dan mereka gunakan untuk mendukung operasi militer khusus ke Ukraina.
Ini pengakuan luar biasa bagi Iran, sebuah kekuatan yang masuk jajaran elite dunia dalam hal penguasaan teknologi pesawat nirawak.
Iran mulai masuk kelompok inti terdiri AS, China, dan Turki dalam pengembangan teknologi drone untk kepentingan intai dan serang.
Iran juga sudah membuktikan kemampuan penguasaan teknologi dirgantara. Roket-roket Iran mampu mengorbitkan satelit cuaca dan mata-mata secara mandiri.
Dalam hal penguasan teknologi rudal balistik, Iran sudah secara faktual membuktikan kemampuannya saat menyerang Israel menggunakan rudal presisi jarak jauh.
Kehebatan Iran ini muncul di tengah-tengah persekusi ekonomi, yang seharusnya membuat negara ini menderita atau bahkan seharusnya kolaps.
Tapi Teheran mampu membuktikan sebaliknya. Karena inilah, Israel begitu takutnya pada ‘hantu’ Iran.
Tak berbilang banyaknya usaha Israel dan pendukungnya melemahkan kekuatan Iran. Pembunuhan demi pembunuhan terhadap saintis, pakar fisika, dan pakar nuklir dilakukan.
Salah satu puncaknya terjadi manakala Jenderal Qassem Soleimani dibunuh drone tempur AS di Bandara Internasional Baghdad pada masa kepemimpinan Presiden Donald Trump.
Tingginya konflik dan ketegangan Israel, AS dan sekutunya terhadap Iran ini menerbitkan tanda tanya, benarkah heli Presiden Raesi murni kecelakaan udara?
Mungkinkah kecelakaan itu buah sabotase yang dilakukan jaringan Israel dan penyokongnya di Washington (Gedung Putih dan Pentagon) dan Langley (CIA)?
Kemungkinan terakhir ini sangat terbuka, dilihat dari riwayat persekusi atas Iran dan reaksi perlawanannya yang signifikan.