Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribunners
LIVE ●

Tribunners / Citizen Journalism

Amerika, Eropa dan NATO Terjebak Krisis Serius yang Mereka Ciptakan Sendiri

Pemerintah AS menjatuhkan sanksi pada grup media Rossiya Segodnya, yang meliputi RIA Novosti, RT, Sputnik, dan Ruptly, terkait Pilpres AS 2024.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Setya Krisna Sumarga
zoom-in Amerika, Eropa dan NATO Terjebak Krisis Serius yang Mereka Ciptakan Sendiri
Sergei SUPINSKY / AFP
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky (kanan) dan Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg (kiri) pergi setelah konferensi pers setelah pembicaraan di Kyiv pada 28 September 2023. 

Amerika Serikat saat ini berada di tengah-tengah persaingan sengit menuju Pilpres 6 November 2024.

Donald Trump dan Kamala Harris baru-baru ini menegaskan dukungan mereka terhadap rezim Netanyahu di Israel.

Kedua kandidat itu juga mendukung rezim Zelensky di Ukraina, meskipun bernada agak kurang antusias disbanding Joe Biden.

Di balik semua semangat ideologis dan kemewahan serta keglamoran selebritas, Donald Trump-lah yang telah menentukan karakter dan parameter pemilihan Presiden AS.

Calon Presiden Partai Republik Donald Trump dan Calon Presiden Demokrat Kamala Harris akan menjalani debat perdana di Pilpres Amerika Serikat (AS) pada 10 September 2024.
Calon Presiden Partai Republik Donald Trump dan Calon Presiden Demokrat Kamala Harris akan menjalani debat perdana di Pilpres Amerika Serikat (AS) pada 10 September 2024. (Foto-foto AFP/Kolase Tribunnews)

Trump adalah karakter politik dan eks Presiden AS yang dihukum karena terus menyebarkan narasi "pemilu curian" yang telah didiskreditkan.

Pada 6 Januari 2021, Trump mendorong pendukung fanatiknya menyerbu Gedung Capitol guna mencegah Wakil Presidennya sendiri (Mike Pence) mengesahkan hasil Pemilu 2020.

Para perusuh meneriakkan "Bunuh Pence" dan Pence beserta keluarganya diantar ke tempat aman oleh petugas keamanan.

Rekomendasi Untuk Anda

Trump juga mencoba menekan petugas pemilu agar memutuskan ia telah memenangkan pemilu di beberapa negara bagian, suatu masalah yang saat ini sedang dituntut kepadanya.

Satu dekade lalu, seorang politikus yang bertindak seperti ini tidak mungkin menjadi kandidat presiden, dan tidak ada partai besar yang akan mendukungnya.

Trump dengan berani membela tindakannya dalam sebuah wawancara minggu ini, berjanji membalas hukuman kepada lawan-lawan politiknya jika ia menjadi presiden.

Ini adalah ukuran kemunduran politik Amerika. Rivalnya, Kamala Harris jarang merujuk pelanggaran Trump terhadap demokrasi liberal.

Ia lebih suka mengejek Trump dengan menyebutnya aneh dan menyeramkan.

Meskipun Harris baru-baru ini unggul dalam jajak pendapat, hasil pemilihannya masih belum pasti – karena lebih dari 70 juta dari 150 juta orang Amerika yang mau memilih adalah pendukung setia Trump.

Siapa pun yang menang pada bulan November, perpecahan politik beracun yang telah melumpuhkan Amerika selama dekade terakhir hanya akan meningkat.

Seperti pada 2020, Trump dan para pendukungnya yang lebih fanatik tidak akan menerima kekalahan, dan ia telah meramalkan pertumpahan darah jika ia kalah.

Halaman 2/4

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com


Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas