Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribunners
LIVE ●

Tribunners / Citizen Journalism

Desa Selamat yang Tak Selamat dari Serangan Tentara

Diduga penyerangan itu dipicu oleh peristiwa saling ejek di antara oknum TNI dan warga setempat.

Tayang:
Diperbarui:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Desa Selamat yang Tak Selamat dari Serangan Tentara
Tribun Medan/Fredy Santoso
Ratusan warga Desa Selamat, Kecamatan Sibiru-biru, Kabupaten Deliserdang yang kampungnya diserang sekelompok personel TNI pada Jumat malam hingga Sabtu dinihari menggeruduk Batalyon Artileri Medan (Armed) 2/105 Kilap Sumagan. 

Sebelumnya sudah sering terjadi insiden serupa di tempat-tempat berbeda di Indonesia. 

Sebab itu, 33 oknum prajurit yang menyerang masyarakat Desa Selamat harus diproses hukum secara objektif dan transparan. Jangan ada diskriminasi antara sipil dan TNI. Jangan ada yang ditutup-tutupi.

Jangan ada penyelesaian secara "adat" yang bisa menjadikan salah satu pihak merugi. Mengapa? 

Pertama, untuk menimbulkan "detterence effect" atau efek jera bagi para pelakunya.

Kedua, untuk menciptakan "shock therapy" atau terapi kejut bagi calon pelaku lainnya, atau bahkan semua prajurit di seluruh Nusantara.

Mengapa serangan prajurit terhadap sipil masih terus terjadi? 

Mungkin para prajurit itu surplus energi. Butuh penyaluran. Perlu pelampiasan. Setiap hari dilatih keterampilan fisik, beladiri, bahkan perang. Tapi tak tersalurkan. Tak jelas kapan akan diterjunkan ke medan perang. 

Rekomendasi Untuk Anda

Sebab itu, TNI perlu makin sering menggelar latihan perang. Salah satunya untuk penyaluran. 

Selain surplus energi, di antara prajurit itu ada semacam perasaan superior. Mereka merasa lebih super daripada warga sipil. Apalagi bagi prajurit-prajurit muda usia.

Berikutnya adalah "esprit de corps" atau semangat korps yang salah kaprah. Jika ada oknum prajurit bermasalah dengan pihak lain, rekan-rekan satu korpsnya berusaha membela. Tak peduli benar atau salah.

Alhasil, bagi oknum prajurit yang menyebabkan tewasnya Raden Barus harus diproses hukum secara transparan dan profesional. Tak cukup hukum disiplin berupa pemecatan, tapi juga dipidanakan. 

Tak ada yang kebal hukum di Republik ini, kawan?

Ingat, kalian adalah Tentara Rakyat, tentara yang berasal dari rakyat dan berjuang untuk rakyat. Janganlah rakyat sendiri kalian perangi!'

Halaman 2/2

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com


Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas