Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribunners
LIVE ●

Tribunners / Citizen Journalism

Habis "Dungu" Rocky Gerung, Terbitlah "Goblok" Gus Miftah

Ada keserupaan yang sama antara Penjual Es Teh dan Gus Miftah. Kemudian kata dungu yang dipopulerkan Rocky Gerung.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Habis
Foto Kolase Tribunnews.com
Rocky Gerung (kiri) dan Gus Miftah. 

Oleh: Karyudi Sutajah Putra
Sarjana Pendidikan Bahasa Indonesia UNS

TRIBUNNEWS.COM - Ada keserupaan yang sama antara Penjual Es Teh dan Gus Miftah.

Keduanya sama-sama penjual.

Yang satu jual Es Teh, yang satu lagi "jual" Agama.

Demikianlah.

Kata jual sengaja ditulis dalam tanda kutip sehingga tidak bermakna denotatif, tapi bermakna konotatif. 

Konotasinya bukan Gus Miftah menjual agama dalam arti sesungguhnya karena agama memang tidak boleh dan tidak bisa dijual.

Rekomendasi Untuk Anda

Melainkan karena dia seorang pendakwah agama (Islam) sehingga "profesi"-nya itu melambungkan namanya dan menjadi ladang rezeki baginya, baik berupa uang maupun jabatan. 

Dalam Kabinet Merah Putih Presiden Prabowo Subianto, misalnya, sosok bernama lengkap KH Miftah Maulana Habiburrahman ini menjabat Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan. 

Nama Gus Miftah, kyai asal Sleman, DI Yogyakarta, ini belakangan viral di media sosial setelah beredar rekaman video yang memperlihatkan dirinya mengolok-olok pedagang es teh keliling di sebuah acara di Magelang, Jawa Tengah. 

Terlihat dalam video itu, dengan nada berkelakar Gus Miftah menyeru pedagang es teh tersebut dengan sebutan- maaf- "goblok".

Lantas muncullah berbagai macam komentar di medsos.

Antara lain yang saya kutip di alinea pertama tulisan ini.

Apa yang terjadi dengan Gus Miftah ini mengingatkan kita pada Gus Iqdam.

Pendakwah agama (Islam) bernama lengkap Agus Muhammad Iqdam Kholid asal Blitar, Jawa Timur, ini juga pernah memarahi penjual es keliling di area pengajiannya karena ia merasa terganggu. 

Halaman 1/3

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com


Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas