Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribunners
LIVE ●

Tribunners / Citizen Journalism

Habis "Dungu" Rocky Gerung, Terbitlah "Goblok" Gus Miftah

Ada keserupaan yang sama antara Penjual Es Teh dan Gus Miftah. Kemudian kata dungu yang dipopulerkan Rocky Gerung.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Habis
Foto Kolase Tribunnews.com
Rocky Gerung (kiri) dan Gus Miftah. 

Lalu terlontarlah kalimat bahwa Gus Iqdam akan memborong es dagangannya itu tapi setelahnya penjual es tersebut dilarang berjualan sampai hari kiamat. 

Polemik pun muncul.

Namun setelah Gus Iqdam menyampaikan klarifikasi, polemik berakhir. 

Jika dilihat dari gaya dakwah Gus Miftah dan Gus Iqdam, sesungguhnya apa yang keduanya lontarkan merupakan candaan atau kelakar belaka untuk menghidupkan suasana.

Tak perlu ditafsirkan berlebihan. 

Tapi ketika sudah masuk ke ranah publik, apalagi medsos, persepsi orang bisa berbeda-beda, tergantung sudut pandangnya.

Sebagian menganggap apa yang dilontarkan Gus Miftah dan Gus Iqdam itu tidak pantas.

Rekomendasi Untuk Anda

Apalagi keduanya merupakan pendakwah agama (Islam) atau dai. 

Soal Rocky Gerung

Apa yang dilakukan Gus Miftah juga mengingatkan kita pada Rocky Gerung, akademisi yang kini sudah mendapat julukan sebagai filsuf. 

Rocky pun kerap melontarkan kata "dungu" ketika berdebat atau berbicara di depan publik. Apalagi ketika sedang mengkritik pemerintah. 

Bedanya, Rocky berada di luar pemerintahan, bahkan cenderung oposan, sementara Gus Miftah ada di dalam pemerintahan.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) terbitan Balai Pustaka (2015), kata "dungu", seperti yang sering diucapkan Rocky Gerung berarti sangat tumpul otaknya; tidak cerdas; bebal; bodoh. 

Adapun kata "goblok" dalam KBBI seperti yang telah diucapkan Gus Miftah berarti bodoh sekali. 

Dus, "dungu" yang sering dilontarkan Rocky Gerung dan "goblok" yang diucapkan Gus Miftah memiliki arti relatif sama. 

Halaman 2/3

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com


Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas