Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribunners
LIVE ●

Tribunners / Citizen Journalism

Rasuah di Bulan Puasa

Bulan suci Ramadan tak membuat koruptor berhenti. Simak berita lengkapnya!

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Rasuah di Bulan Puasa
Pos Kupang/HO
KORUPSI LANJUT - Ilustrasi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kuningan, Jakarta Selatan. Di bulan Ramadan ini korupsi terus berlanjut dimana KPK terus membekuk pelaku korupsi. 

Dalam Islam, hukuman untuk pencuri adalah potong tangan.

Berbeda dengan hukum negara di Indonesia, di mana hukuman bagi pencuri didasarkan pada Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan jika mencurinya itu dengan cara korupsi, maka hukumannya berdasarkan UU No. 31 Tahun 1999 yang diperbarui dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. 

Sayangnya, rata-rata hukuman bagi koruptor di Indonesia sangat rendah, yakni sekitar 3-5 tahun, sehingga pemidanaan korupsi di sini gagal menciptakan efek jera atau deterrent effect dan terapi kejut atau shock therapy.

Akibatnya, para koruptor itu tak pernah kapok.

Para calon koruptor pun tak pernah takut.

Konsekuensinya, korupsi di Indonesia tetap merajalela, termasuk di bulan puasa ini.

Padahal, setiap malam di bulan Ramadhan, masjid-masjid, musala-musala, dan surau-surau di seluruh Indonesia selalu penuh sesak oleh orang beribadah.

Rekomendasi Untuk Anda

Namun, di saat yang sama, korupsi juga merajalela.

Ternyata, kesalehan kita masih sebatas kesalehan individu, belum bertransformasi menjadi kesalehan sosial yang menjadikan hati kita tidak tega untuk mengambil hak orang lain melalui korupsi.

Ada dua faktor pemicu korupsi, yakni niat dan kesempatan.

Niat adanya di dalam hati, kesempatan adanya di celah-celah aturan.

Jika ada niat tapi tak ada kesempatan, tidak jadi itu korupsi.

Sebaliknya, jika ada kesempatan tapi tak ada niat, tidak jadi pula itu korupsi.

Apakah niat korupsi para penyelenggara negara di OKU itu muncul di bulan puasa?

Bisa ya, bisa tidak.

Halaman 2/4

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com


Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas