Kembali ke Akar: Merajut Ulang Relasi Manusia, Lingkungan, dan Kota
Bestari Festival 2025 hadir di tengah krisis kota. Ajakan kembali ke akar, merajut ulang relasi manusia, lingkungan, dan ruang hidup.
Editor:
Glery Lazuardi
Akar paling dalam. Di sini, pengunjung diajak masuk ke zona aktivasi—art installation yang membangkitkan memori. Ingat wartel? Telepon putar?
Mesin cetak uang pertama bangsa ini? Semua dihadirkan agar kita bisa merasakan kembali lima indra sebagai manusia dan warga negara.
Sebuah sesi yang mengajak untuk kembali ke akar nilai manusia: mengenal kembali nilai diri, memulihkan luka, hingga akhirnya bisa memberikan dampak kebaikan dalam kehidupan
Zona Serap (Akar Serabut) “Living is Meaning-Making”
Zona ini memberi nutrisi. Di sinilah diskusi dan talkshow berlangsung. Panel-panel yang menyuarakan keresahan, berbagi solusi, dan menciptakan safe space untuk semua yang terdampak.
Karena keresahan itu kolektif, dan solusi harus inklusif. Ini merupakan sesi lanjutan yang mengundang setiap orang untuk menyelami hidup sebagai proses menyerap pembelajaran, di mana hidup dipandang bukan sekadar menemukan makna, tapi juga menciptakan makna.
Zona Tumbuh (Akar Tunggak) Be a Great Small
Akar yang menopang pertumbuhan ke atas. Setelah melalui semua rangkaian, pengunjung pulang membawa pesan: menjadi Bestarian. Setidaknya, menjadi Bestarian di lingkaran terdekat menularkan semangat kembali ke akar.
Sesi final yang menawarkan cara pandang alternatif di tengah budaya serba ambisius: tumbuh tidak harus besar. Yang kecil, berakar, dan kolaboratif justru bisa lebih tahan lama serta memberi kontribusi nyata bagi lingkungan dan komunitas.
Makna terdalam dari Kembali ke Akar adalah ini: kenali diri. Karena ketika kita tahu siapa kita, kita tahu bagaimana berkontribusi dengan kemampuan, dengan jaringan, dengan cara kita sendiri.
Bestari Festival 2025: Kembali ke Akar akan digelar pada 20 September 2025 di Taman Kota PERURI, Blok M, Jakarta Selatan.
Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com
Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.