Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribunners
LIVE ●

Blog Tribunners

Benarkah Hamas dan Israel Sungguh-sungguh Akan Berdamai?

Delegasi Hamas dan Israel serta utusan Gedung Putih, Steve Witkoff dan Jared Kushner telah bertemu di Kairo, Mesir.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Setya Krisna Sumarga
zoom-in Benarkah Hamas dan Israel Sungguh-sungguh Akan Berdamai?
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
SOLIDARITY GAZA - Peserta aksi mengikuti long march Solidarity March with Global March to Gaza di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Minggu (15/6/2025). Aksi tersebut sebagai bentuk solidaritas untuk gerakan Global March to Gaza yang bertepatan dengan ribuan warga lintas negara yang tengah bersiap memasuki wilayah Gaza untuk memberikan bantuan kepada rakyat Palestina yang mengalami krisis akibat blokade dari Israel. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Sejarah Panjang Konflik Palestina

Konflik Palestina-Israel ini bukan seperti apa yang terjadi antara misalnya Thailand versus Kamboja, Ukraina versus Rusia, Yaman versus Saudi, dan konflik-konflik di tempat lain.

Pertengkaran kedua entitas ini secara historis sudah berlangsung ribuan tahun, bahkan sejak sebelum negara Israel modern berdiri.

Perang Israel versus Palestina sarat dengan unsur kultur dan reliji, melibatkan sentimen ras dan agama.

Realitas ini menunjukkan kerumitan yang tidak mudah diurai jalan keluarnya. Masing-masing bersiteguh dengan dalil dan klaimnya.

Masalah Palestina kian problematik setelah akhir Perang Dunia Pertama, kawasan Timur Tengah dikendalikan kekuatan imperialis asing, terutama Inggris.

Kelahiran negara Israel pun tak lepas dari keputusan pembagian wilayah kekuasaan yang ditentukan oleh Inggris lewat deklarasi Balfour.

Rekomendasi Untuk Anda

Deklarasi Balfour tahun 1917 ini menjanjikan tanah air nasional bagi bangsa Yahudi di wilayah Palestina, yang pada saat itu mayoritas penduduknya adalah orang Arab.

Sebelum periode ini, kaum Yahudi Israel terdiaspora ke berbagai negara.  

Holocaust oleh Nazi Jerman akhirnya mengerucutkan tekad kaum Yahudi di berbagai negara untuk pulang ke tanah airnya. 

Pembentukan negara Israel, terjadi pada tanggal 14 Mei 1948, hari ketika Mandat Britania atas Palestina berakhir.

Negara Yahudi baru bernama Israel secara resmi didirikan di wilayah Mandat Britania atas Palestina dan di tanah di mana kerajaan Israel, kerajaan Yehuda dan Yudea berada.

Sejak itu, Israel tumbuh sebagai kekuatan yang hingga hari ini sulit ditandingi kekuatan manapun di Timur Tengah.

Didukung kekuatan barat, terutama Amerika Serikat dan Inggris, Israel membangun diri sebagai kekuatan super di jazirah Arab dan Mediterania.

Sekarang, setelah dua tahun penghancuran Gaza berlangsung, Israel dan Hamas sampai pada titik ketika perang tak seimbang mungkin harus segera diakhiri.

Halaman 3/4

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com


Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas