Menyalakan Kembali Api Literasi di Kalangan Pelajar
Menyalakan kembali api literasi mungkin terasa seperti pekerjaan kecil di tengah lautan tantangan
Editor:
Eko Sutriyanto
Kedua, ciptakan lingkungan yang mendukung kebiasaan membaca. Sekolah perlu memberi ruang yang menyenangkan bagi kegiatan literasi — bukan yang kaku dan administratif, tetapi yang menggugah rasa ingin tahu siswa.
Ketiga, manfaatkan teknologi secara bijak. Banyak platform digital yang bisa menjadi jembatan literasi: buku digital, aplikasi cerita interaktif, hingga podcast edukatif yang menumbuhkan daya pikir dan empati.
Di tengah dunia yang semakin bising oleh informasi, kemampuan membaca mendalam menjadi kian penting. Literasi bukan hanya soal pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter dan peradaban.
Bangsa besar tidak lahir dari generasi yang sekadar pandai mencari informasi, melainkan dari generasi yang mampu memahami, merenung, dan bertindak dengan bijak.
Menyalakan kembali api literasi mungkin terasa seperti pekerjaan kecil di tengah lautan tantangan.
Namun dari satu buku yang dibaca, satu ide yang dipahami, dan satu percakapan yang menginspirasi, lahirlah harapan baru bagi masa depan bangsa. Karena sejatinya, setiap halaman yang terbuka adalah jendela menuju dunia yang lebih tercerahkan.
Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com
Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.
Baca tanpa iklan