Krisis Dunia Kerja Perlu Respons Cepat
Sulitnya mencari kerja makin dirasakan banyak orang. Bukan hanya lulusan baru, mereka yang berpengalaman dan ingin kembali memasuki dunia kerja
Editor:
Sanusi
Integrasi data pendidikan, vokasi, BLK, dan industri akan memastikan bahwa pencari kerja tidak lagi melamar secara acak, melainkan diarahkan pada peluang yang sesuai kompetensi mereka.
Kebijakan pendukung lainnya juga harus diperkuat. Pemerintah dapat memberikan insentif fiskal bagi perusahaan yang menyerap peserta magang atau memberikan pelatihan kerja dengan standar tertentu.
Pemerintah juga perlu reformasi regulasi untuk menghapus diskriminasi usia di dunia kerja. Sebab, hal ini menjadi salah satu penyebab pekerja usia menengah masuk kategori discouraged workers.
Pekerja berusia di atas 40 tahun harus tetap memiliki akses terhadap pelatihan ulang, sertifikasi kompetensi, dan peluang magang transisi untuk beradaptasi dengan tuntutan industri.
Pada akhirnya, fenomena meningkatnya penduduk yang menyerah mencari kerja bukan sekadar statistik atau anomali pasar tenaga kerja. Ini adalah potret getir tentang jutaan warga yang kehilangan harapan, arah, dan ruang untuk bertumbuh.
Pemerintah boleh terus membangun narasi optimisme, tetapi krisis sesungguhnya ada pada mereka yang bangun setiap pagi tanpa kepastian masa depan. Mengembalikan harapan mereka menjadi kewajiban moral sebuah negara kepada rakyatnya.
Sumber: Tribunnews.com
Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com
Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.