MBG Bukan Hanya Soal Porsi, tapi Investasi Pembentukan Karakter Anak
MBG bukan sekadar anggaran. Makan bergizi rutin terbukti mengubah perilaku anak: lebih tenang, fokus belajar, dan stabil emosinya.
Editor:
Glery Lazuardi
Dalam psikologi perkembangan, pemenuhan kebutuhan fisiologis merupakan fondasi bagi berkembangnya kontrol emosi dan perilaku sosial.
Tanpa itu, tuntutan disiplin sering kali hanya menjadi tekanan tambahan. Namun, MBG juga menghadapi tantangan nyata.
Banyak anak yang belum terbiasa dengan menu sehat. Sayur sering disisihkan, lauk tertentu hanya dicicipi, lalu ditinggalkan.
Setelah makan, sebagian anak masih mencari jajanan manis di luar sekolah. Ini menunjukkan bahwa perubahan perilaku makan tidak bisa terjadi secara instan.
Anak meniru sebelum mereka mengerti. Jika di rumah mereka terbiasa dengan makanan instan dan minuman berpemanis, maka menu sehat di sekolah akan terasa asing.
Di sinilah MBG seharusnya tidak berhenti sebagai program pemberian makanan, tetapi menjadi sarana edukasi perilaku hidup sehat yang melibatkan guru dan orang tua.
Meski begitu, dampak positifnya tidak bisa diabaikan.
Makan bersama di sekolah melatih anak untuk antre, berbagi, duduk tertib, dan membersihkan tempat makan.
Aktivitas sederhana ini membentuk perilaku prososial yang selama ini sulit diajarkan hanya lewat nasihat.
Anak-anak juga mulai mengenal rasa kenyang yang wajar, bukan kenyang semu dari jajanan tinggi gula.
Perlahan, mereka belajar bahwa makan bukan sekadar mengisi perut, tetapi bagian dari merawat diri.
Jika dikelola dengan sungguh-sungguh, MBG bukan hanya program gizi, melainkan investasi pembentukan karakter.
Anak yang kenyang dengan gizi seimbang lebih siap belajar, lebih stabil emosinya, dan lebih mudah diarahkan perilakunya.
Pada akhirnya, keberhasilan Makan Bergizi Gratis tidak boleh hanya diukur dari jumlah porsi yang dibagikan atau besarnya anggaran yang terserap.
Keberhasilan sejatinya terletak pada satu hal sederhana namun mendasar: apakah anak-anak kita tumbuh menjadi pribadi yang lebih tenang, lebih peduli, dan lebih siap belajar.
Karena dari perilaku anak hari ini, kita sedang menyiapkan wajah bangsa di masa depan.
Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com
Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.