Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribunners
LIVE ●

Tribunners / Citizen Journalism

Budidaya Maggot Dijadikan Solusi Sampah Organik Desa

budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) di Desa Durenan, Kecamatan Sidorejo, Kabupaten Magetan oleh mahasiswa UNS.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Budidaya Maggot Dijadikan Solusi Sampah Organik Desa
Tribunnews.com/(Doc. Rizky Fawwas)
BUDIDAYA MAGGOT - budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) di Desa Durenan, Kecamatan Sidorejo, Kabupaten Magetan oleh mahasiswa UNS. (Doc. Rizky Fawwas) 

Oleh: Mahasiswa UNS Rifqi Fawwaz Rijandra

TRIBUNNEWS.COM -  Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 92 Universitas Sebelas Maret (UNS) melakukan sosialisasi budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) di Desa Durenan, Kecamatan Sidorejo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, pada Selasa (10/2/2026). 

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh persoalan sampah organik rumah tangga yang setiap hari dihasilkan warga, seperti sisa nasi, sayuran layu, dan kulit buah, yang kerap langsung dibuang atau dibakar. 

Kondisi tersebut menimbulkan berbagai dampak, mulai dari bau tidak sedap, meningkatnya populasi lalat, hingga potensi pencemaran lingkungan, sehingga diperlukan solusi pengelolaan sampah organik yang sederhana dan berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa mencoba menghadirkan pendekatan sederhana yang dapat diterapkan langsung oleh masyarakat.

Sampah organik selama ini sering dipandang sebagai limbah tak bernilai. 

Padahal, jika tidak dikelola dengan baik, sampah jenis ini dapat mencemari tanah dan air di sekitar permukiman.

Rekomendasi Untuk Anda

Budidaya maggot BSF diperkenalkan sebagai salah satu alternatif pengolahan sampah organik yang mudah dan ramah lingkungan. 

BUDIDAYA MAGGOT - budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) di Desa Durenan, Kecamatan Sidorejo, Kabupaten Magetan oleh mahasiswa UNS. (Doc. Rizky Fawwas)
BUDIDAYA MAGGOT - budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) di Desa Durenan, Kecamatan Sidorejo, Kabupaten Magetan oleh mahasiswa UNS. (Doc. Rizky Fawwas) (Tribunnews.com/(Doc. Rizky Fawwas))

Larva lalat BSF mampu mengurai sisa makanan dengan cepat tanpa menimbulkan bau berlebih jika dikelola dengan benar. 

Maggot bahkan dapat memakan sampah organik sebesar dua kali lipat dari beratnya.

Lebih dari itu, hasil budidaya maggot dapat dimanfaatkan sebagai pakan alternatif bernilai tinggi untuk ternak dan perikanan.

Selain sebagai pakan ternak yang kaya akan protein, kasgot atau media dari maggot tersebut dapat dijadikan sebagai pupuk organik

Bayu (28), salah satu peternak ayam di Desa Durenan, mengaku baru pertama kali mendengar penjelasan mengenai budidaya maggot secara langsung. 

Meski demikian, ia sudah mengetahui bahwa maggot kerap digunakan sebagai pakan alternatif. 

Menurutnya, sosialisasi ini memberikan wawasan baru, tidak hanya bagi masyarakat awam, tetapi juga bagi peternak mandiri.

Halaman 1/2

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com


Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas