Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribunners
LIVE ●

Tribunners / Citizen Journalism

MBG: Amanah Konstitusi, Tak Boleh Disandera Syahwat Sektoral

Gugatan guru honorer atas MBG dinilai lemah, menabrak amanah konstitusi mencerdaskan bangsa.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Glery Lazuardi
zoom-in MBG: Amanah Konstitusi, Tak Boleh Disandera Syahwat Sektoral
Tribunnews.com/Endrapta Ibrahim Pramudhiaz
MENU MBG - MBG bukan rival guru honorer, keduanya amanah konstitusi untuk mencerdaskan bangsa 

profile tribunners
PROFIL PENULIS
Dr. Eko Wahyuanto
Penulis adalah Pengamat Kebijakan Publik

GUGATAN guru honorer ke Mahkamah Konstitusi (MK) terkait anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG), sebuah paradoks sejarah kebijakan publik sedang dipertontonkan diatas panggung politik. 

Di satu sisi, perjuangan nasib pahlawan tanpa tanda jasa ikut mencerdaskan bangsa. Di sisi lain gugatan ini mendistorsi cita-cita luhur itu. 

Semua argumentasi diletakkan pada pondasi logika rapuh, jika tidak mau disebut salah sasaran.

​Gugatan ini lemah, secara hukum. dan cacat secara moral, sehingga patut dipertanyakan. Apalagi secara konstitusional, gugatan itu menabrak tembok besar bernama UUD 1945, frasa mencerdaskan kehidupan bangsa.  

Artinya para guru honorer sedang menabrak tembok "Masa Depan Bangsa" yang dibangun konstitusi.

​Logika Terpeleset

​Purbaya Yudhi Sadewa sudah terang-terangan menyebut gugatan ini "lemah". Mengapa? Karena ada sesat pikir dalam melihat struktur APBN. 

Rekomendasi Untuk Anda

Menganggap anggaran MBG sebagai "pencuri" jatah kesejahteraan guru honorer adalah simplifikasi berbahaya.

​Anggaran pendidikan 20 persen dari APBN  angka mati, perintah konstitusi sama sekali tidak bersentuhan dengan anggaran MBG

Persoalannya bukan pada "ada atau tidak ada uangnya", tapi pada bagaimana birokrasi mengelola distribusi dan prioritas di dalam angka 20 persen tersebut. 

MBG bukan rivalitas apalagi  musuh guru honorer. Keduanya adalah anak kandung komitmen negara, sama-sama lahir dari rahim konstitusi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. 

Jika di belakang aksi ini ada skenario yang ingin membenturkan keduanya, hanya akan menciptakan kegaduhan tidak perlu. Apalagi di saat negara butuh akselerasi SDM.

​MBG Bukan "Proyek", Tapi Amanah Konstitusi

​Banyak orang menyederhanakan logikanya, bahwa MBG adalah  deret angka-angka rupiah dalam APBN. Padahal program ini penting bagi masa depan generasi Indonesia. 

Mengapa MBG itu krusial? Sebab kedaulatan bangsa sesungguhnya dimulai dari isi piring anak-anak kita.

​Pasal 28H dan Pasal 31 UUD 1945 bukan teks mati. Ia perintah agar negara hadir memastikan rakyatnya sehat dan cerdas. 

Bagaimana seorang guru honorer, betapapun hebatnya dia mengajar, bisa mentransfer ilmu kepada anak didik saat perutnya keroncongan atau otaknya mengalami stunting karena kekurangan gizi kronis?

Halaman 1/3

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com


Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas