Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribunners
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Menuju Kick-Off
00
Hari
00
Jam
00
Menit
00
Detik
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
Mexico
Meksiko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 16:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Tribunners / Citizen Journalism

KPK Wajib Bergerak Cepat Ungkap Jaringan Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

KPK didesak perluas penyidikan korupsi cukai ke seluruh forwarder dan pengusaha rokok, cegah efek kontraintelijen dan penyempitan kasus

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Glery Lazuardi

Untuk itu, saya menyebut ada lima langkah yang seharusnya dilakukan KPK serentak. Pertama, mapping capability, intent, opportunity, yakni memetakan siapa yang punya kemampuan mengatur jalur dan cukai, siapa yang punya niat dan manfaat ekonomi, dan siapa yang punya kesempatan mengakses sistem atau petugas. 

Kedua, network disruption bukan node collection, karena menangkap satu titik tidak cukup dan titik itu harus dipakai untuk menyapu jaringan, termasuk forwarder lain, pengusaha rokok, dan mediator keuangan. Ketiga, financial intelligence fusion, yakni data penyidikan, data PPATK, data impor, data pita cukai, dan data perusahaan harus dilebur karena ini bukan lagi kerja linear melainkan kerja fusion.

Keempat, time pressure operations, karena semakin lama menunda semakin besar peluang target melakukan countermove, seperti mangkir, mengubah pembukuan, menggeser aset, atau menyamakan cerita. Kelima, preventive signaling, yakni KPK perlu menunjukkan bahwa semua pihak yang masuk radar akan diperiksa, karena sinyal seperti ini penting untuk memecah rasa aman lawan dan mencegah regenerasi jaringan.

Justru sekarang fokusnya harus jelas, bantu pemerintah memungut penerimaan negara dengan membersihkan jalur kebocorannya.

Kalau hanya satu dua aktor yang disentuh, sementara jaringan yang lebih luas dibiarkan, maka yang terjadi bukan pembersihan sistem, melainkan penundaan masalah. Dan dalam dunia operasi, penundaan masalah yang membiarkan jaringan beradaptasi adalah salah satu bentuk kegagalan yang paling mahal.

Rekomendasi Untuk Anda
Sesuai Minatmu
Halaman 2/2

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com


Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas