Ketika Risiko Menjadi Tragedi: Pelajaran Analisis Risiko dari Kecelakaan Kereta Api Bekasi Timur
Tulisan ini sebuah kerangka berpikir matematis dan sistematis, bagaimana ilmu analisis risiko memandang tragedi kecelakaan Bekasi Timur.
Editor:
Anita K Wardhani
Kegagalan sistem dapat dipelajari, dapat dianalisis, dan yang terpenting, dapat diperbaiki. Matematika tidak berdusta. Probabilitas tidak menunggu kita untuk siap. Risiko yang tidak dikelola akan menemukan jalannya sendiri untuk terwujud.
Pertanyaan yang harus kita jawab bersama, para pengambil kebijakan, regulator, operator kereta api, akademisi, dan masyarakat, adalah apakah kita bersedia mengambil pelajaran ini dengan sungguh-sungguh.
Apakah kita bersedia mengalokasikan sumber daya, waktu, dan komitmen yang diperlukan untuk menurunkan angka-angka probabilitas itu sebelum mereka kembali berbicara dalam bahasa yang paling menyedihkan, yakni korban jiwa.
Dalam analisis risiko, tidak ada yang lebih mahal dari biaya yang harus dibayar ketika kita memilih untuk tidak bertindak.
Penulis adalah dosen matematika dengan bidang keahlian analisis risiko. Tulisan ini merupakan pendapat pribadi.
Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com
Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.
Baca tanpa iklan