Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 00:00 WIB
Germany
Jerman
7 - 1
Curacao
Curacao
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 03:00 WIB
Netherlands
Belanda
2 - 2
Japan
Jepang
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ivory Coast
Pantai Gading
1 - 0
Ecuador
Ekuador
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 09:00 WIB
Sweden
Swedia
5 - 1
Tunisia
Tunisia
Grup H - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 23:00 WIB
Spain
Spanyol
Live
Cape Verde
Tanjung Verde
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Soroti Eks Ketua BEM UGM, Amstrong Sembiring: Garis Batas Tipis Antara Kritik dan Penghinaan

Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto kritik Presiden Prabowo, pakar hukum sebut batas kritik dan penghinaan sangat tipis.

Tayang:
Diperbarui:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Glery Lazuardi
zoom-in Soroti Eks Ketua BEM UGM, Amstrong Sembiring: Garis Batas Tipis Antara Kritik dan Penghinaan
Dok Pribadi
Profile Tribunners: Amstrong Sembiring - Penulis adalah Aktivis Hukum; pernah menempuh pendidikan di Institut Teknologi Bandung, Sekolah Tinggi Hukum Indonesia, Universitas Indonesia; bekerja sebagai Advokat, Dosen, dan Penulis Buku 
Memuat video…

Dalam sebuah diskusi publik, Tiyo secara terbuka mempertanyakan gaya komunikasi Presiden yang dinilainya lebih banyak berisi motivasi ketimbang kebijakan konkret.

"Saya kadang bingung, Pak Presiden ini adalah presiden atau motivator. Karena dalam banyak pidatonya itu lebih sering memberi seruan nasihat daripada seruan kebijakan," ujar Tiyo Ardianto.

Ia juga menyoroti polemik penangkapan figur publik berinisial Dadan yang menurutnya berpotensi mengalihkan perhatian masyarakat dari isu ekonomi nasional.

"Beberapa hari terakhir sebelum Pak Dadan ditangkap, percakapan publik kita itu sebenarnya tidak hanya soal MBG, tapi soal bagaimana krisis itu mungkin akan terjadi. Soal dolar yang naik, soal bagaimana IHSG itu turun sedemikian rupa, tapi mendadak hilang ketika Dadan ditangkap. Saya kira ada satu hal yang bisa jadi indikasi bahwa ketika yang terjadi hanya ganti pemain, ada dua hal," katanya.

Tiyo kemudian melanjutkan kritiknya terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang selama ini menjadi salah satu program unggulan pemerintah.

"Yang pertama ini soal memindahkan medan konflik. Bahwa sebelumnya orang itu menyerang presiden sebagai orang yang sangat bangga terhadap MBG. Kadang kita sebut beliau itu CEO MBG yang menganggap NKRI ini cuma perusahaan MBG. Itu yang pertama. Yang kedua soal mengkambinghitamkan Pak Dadan, supaya apa yang biasa dilakukan Pak Prabowo terjadi. Pak Prabowo itu kan punya mentalitas... Jadi beliau itu kalau enggak jadi juru savior (juru selamat) enggak keren. Ini terjadi juga di dalam kasus penangkapan Pak Dadan. Saya rasa publik patut curiga, bahwa jangan-jangan yang terjadi ini cuma pengkambinghitaman, cuma penumbalan supaya medan konflik yang awalnya nyerang presiden jadinya nyerang ke Pak Dadan," lanjutnya.

Baca juga: Dipasang Pelacak, Mobil Tiyo Eks Ketua BEM UGM Ternyata Milik Saudara, Pinjam karena Merasa Tak Aman

Lulusan Paket C yang Berhasil Masuk UGM

Di balik kritik-kritiknya yang ramai diperbincangkan, Tiyo memiliki latar belakang pendidikan yang cukup unik. Berdasarkan data Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti), ia merupakan mahasiswa Program Studi Filsafat UGM.

Rekomendasi Untuk Anda

Pria asal Kudus, Jawa Tengah, itu diketahui bukan lulusan SMA formal, melainkan lulusan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Omah Dongeng Marwah. Ia berhasil lolos masuk UGM pada 2021 menggunakan ijazah Paket C.

Perjalanannya menjadi mahasiswa UGM menjadi inspirasi tersendiri karena mampu menembus salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia melalui jalur pendidikan nonformal.

Aktif di Dunia Sastra dan Teater

Sebelum dikenal sebagai aktivis mahasiswa, Tiyo telah lama aktif di bidang seni dan sastra. Ia tercatat sebagai sutradara teater, aktor, penyair, hingga editor buku.

Sejumlah prestasi yang pernah diraihnya antara lain menjadi penyaji terbaik kedua Festival Monolog Bahasa Jawa di Universitas Negeri Semarang pada 2020 serta juara pertama lomba baca puisi inspiratif tingkat nasional yang diselenggarakan Penerbit Erlangga pada 2021.

Namanya juga pernah tercatat sebagai penyair termuda dalam Pertemuan Penyair Nusantara XI tahun 2019.

Menjadi Ketua BEM UGM 2025

Sebelum menjabat Ketua BEM KM UGM, Tiyo telah aktif dalam berbagai kegiatan kemahasiswaan dan menyelesaikan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Slungkep, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati pada 2024.

Ia resmi menjabat sebagai Ketua BEM KM UGM sejak Januari 2025 dan menjadi salah satu figur mahasiswa yang paling sering tampil menyampaikan kritik terhadap kebijakan pemerintah.

Mengaku Alami Berbagai Teror

Belakangan, Tiyo mengaku mengalami sejumlah kejadian yang menurutnya terjadi setelah dirinya vokal mengkritik pemerintah.

Sesuai Minatmu
Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas