Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Potret Pendidikan Pulau Terluar: Beratap Daun, Dinding Bambu, dan Beralaskan Tanah

Beratapkan daun alang-alang, berdindingkan pitate (bambu), beralaskan tanah.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Mohamad Yoenus

Laporan Wartawan Tribun Manado, Finneke Wolajan

TRIBUNNEWS.COM, MANADO - "Yang penting punya bangunan sekolah yang layak, serta meja dan kursi yang tak kecil lagi. Tak muluk-muluk, itu dulu yang menjadi impian kami. Karena jika hujan atau angin keras, belajar kami terganggu."

Demikian asa yang disampaikan Anastasya Metusala, siswi kelas XII IPA di SMA Udamakatraya, ketika ditemui Juli 2015 lalu.

Asa tinggalah asa, dan entah kapan impian itu bisa menjadi kenyataan.

Beratapkan daun alang-alang, berdindingkan pitate (bambu), beralaskan tanah.

Itulah kondisi bangunan sekolah yang berlokasi di Desa Bannada, Kecamatan Gemeh, Kabupaten Kepulauan Talaud.

Meja dan kursi tua, yang tak sesuai ukuran para siswa.

Rekomendasi Untuk Anda

Seperti yang dipakai anak-anak seukuran Taman Kanak-kanak.

Buku pelajaran saja sangat sangat minim, apalagi tenaga guru di sekolah itu.

Sekolah ini berdiri tahun 2012 atas inisiatif warga sekitar sekolah.

Mengingat jika anak-anak memasuki masa SMA, jaraknya cukup jauh, harus ke kecamatan sebelah.

Dibantu sebuah yayasan, warga yang prihatin atas kondisi itu kemudian membangun sekolah ini.

Awalnya, sekolah ini berdiri di kawasan makam Kerajaan Porodisa, kerajaan mula-mula peradaban bangsa Talaud.

Namun Bupati Talaud, Sri Wahyuni, menyuruh agar bangunan ini dipindahkan dari komplek tersebut.

Meski mengenyam pendididkan dengan segala keterbatasan, siswa serta orangtua siswa, maupun guru yang mengajar di sekolah ini tak patah arang.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas