Ratusan Buruh Tolak RPP Pengupahan di Depan Balai Kota DKI Jakarta
menolak RPP Pengupahan yang akan ditetapkan pemerintah
Editor: Bian Harnansa
Laporan Wartawan Tribunnews, Lendy Ramadhan
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Berbagai organisasi serikat pekerja menggelar unjuk rasa di depan Balai Kota DKI Jakarta,
Jl. Medan Merdeka Selatan, No.8-9, Jakarta Pusat, Selasa (20/10/2015).
Ratusan buruh dari Serikat Pekerja Nasional (SPN), Asosiasi Pekerja (ASPEK),
dan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), sempat membakar ban dalam unjuk rasa tersebut.
Dalam unjuk rasa tersebut, seorang pengunjukrasa yang berada di atas mobil sound system, berorasi secara lantang sambil menggenggam microphone.
Berseragam hitam bertuliskan "GREED" di perutnya, ia menilai buruk kinerja Jokowi sebagai Presiden RI, dan Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta.
"setahun, 360 hari kerja, Jokowi nggak becus, Ahok juga nggak becus," katanya.
Selain menilai kinerja Jokowi dan Ahok, para buruh itu juga menolak RPP Pengupahan yang akan ditetapkan pemerintah sebagai Undang-Undang.
Para pengunjukrasa yang diwakili Ketua ASPEK, Mira, mengancam akan menutup jalan tol, bandara, dan fasilitas umum lainnya, bila tuntutan mereka tidak dikabulkan pemerintah.
Meskipun sempat terjadi aksi bakar ban, namun unjuk rasa berlangsung damai.
Para pengunjukrasa membubarkan diri sekitar pukul 15.55 WIB.