Apartemen Mewah Dikepung Warga Setelah Office Boy Gebuk Dua Bocah Sampai Bonyok
Ratusan warga berkumpul di depan apartemen D'Loft, palmerah. Dengan wajah kesal mereka berteriak memaki. Suasana mencekam.
Editor: Willem Jonata
Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Theo Yonathan Simon Laturiuw
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dua anak dengan muka bonyok duduk di dalam lobi Apartemen D'Loft, Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat, Senin (6/6/2016) malam. Di sampingnya seorang polisi menginterogasi mereka.
Sementara itu, ratusan warga berkumpul di depan. Dengan wajah kesal mereka berteriak memaki. Suasana mencekam.
"Sudah tiga kali nih apartemen bikin ulah," teriak seorang warga di tengah kerumunan.
Saat warga terus ngomel di depan, polisi dan tokoh setempat mendatangi resepsionis dan bertanya soal seorang office boy yang kabur ke dalam apartemen setelah memukuli dua bocah tadi.
Dua bocah itu adalah GD (13) dan ME (17). Beberapa saat sebelumnya mereka bermain petasan di depan pintu gerbang apartemen.
Seorang office boy yang kemudian diketahui bernama Kosim menghardik bocah tersebut. Tapi dua bocah itu masih saja bermain. Kosim yang kesal memukuli keduanya sampai bonyok. Setelah itu kabur ke apartemen.
Dua bocah itu kemudian melapor ke rekan-rekannya, dan keluarganya. Dalam sekejap apartemen dikepung. Kacau.
Petugas parkir tak lagi peduli menjaga loket tiket sampai beberapa penghuni kebingungan saat ingin masuk.
Penghuni apartemen yang tengah merokok di luar, oleh warga yang datang disuruh masuk ke dalam. Mereka mematikan rokok, lalu menuruti perintah warga.
Sementara, resepsionis apartemen mukanya berubah pucat. Dia kebingungan saat didatangi sederet warga bertubuh besar dengan rambut gondrong. Resepsionis itu ditanya di mana office boy itu bersembunyi.
Resepsionis itu cuma menggeleng sampai polisi berbaju bebas datang. Dia kemudian menyodorkan telepon berkali-kali ke polisi. Ada pengelola yang mau bicara.
Office boy itu ternyata ada di dalam dan sedang bersembunyi. Ia ketakutan karena terlalu banyak warga berkumpul.
Selanjutnya polisi berjanggut panjang yang memakai deretan cincin batu akik besar mengusir warga yang berkumpul di depan.