Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Arak Gunungan Sayur dan Gunungan Kupat, Warga Berdandan Unik

Kirab ini diikuti oleh ribuan peserta dari Kampung Pandeyan dan sekitarnya, yang juga mengarak dua gunungan, yaitu gunungan ketupat dan sayur.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Mohamad Yoenus

Laporan Wartawan Tribun Jogja, Hendra krisdianto

TRIBUNNEWS.COM, YOGYA - Warga Kampung Pandeyan, RW 03, Umbulharjo, Kota Yogyakarta setiap tahunnya selalu menyelenggarakan sebuah kegiatan kebudayaan setiap setelah Idul Fitri.

Kegiatan itu pada mulanya pertama kali diselenggarakan pada 2010 dengan nama Kirab Budaya Bakdo Ketupat.

Di tahun ini, kegiatan serupa pun diselenggarakan di kampung tersebut, dan terlaksana pada Sabtu (16/7/2016) sore.

Kirab itu diikuti oleh ribuan peserta dari Kampung Pandeyan dan sekitarnya, yang juga mengarak dua gunungan, yaitu gunungan ketupat dan sayur.

Bila pada tahun sebelumnya ketupa yang diarak adalah replika, pada tahun ini sedikit berbeda.

Sebab untuk gunungan ketupat pada tahun ini menggunakan ketupat asli dengan jumlah 800 ketupat.

Rekomendasi Untuk Anda

"Ketupat yang asli ada 200. Sedangkan 600 lagi isinya uang berbagai macam pecahan. Mulai dari Rp 5 ribu sampai Rp 100 ribu," ungkap Ketua Panitia Kirab Budaya Bakdo Kupat, Muh Sujito.

Gunungan ketupat itu sendiri akan diperebutkan oleh warga yang hadir dengan mengambil lokasi di Pelataran Masjid Ibrahim, Kampung Pandeyan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas