Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Bukan Musik Klasik, Ini Cara Nyata Stimulasi Kecerdasan Bayi

Benarkah musik klasik bisa membuat bayi lebih pintar? Ini yang sebenarnya dikatakan para peneliti.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Content Writer
zoom-in Bukan Musik Klasik, Ini Cara Nyata Stimulasi Kecerdasan Bayi
Dok. Shutterstock/Yurii_yarema
MUSIK KLASIK BAYI - Ilustrasi seorang ibu hamil yang meletakkan headphone di perutnya dengan harapan dapat meningkatkan kecerdasan bayinya. 

TRIBUNNEWS.COM - Saat hamil, banyak ibu yang mencari cara terbaik untuk memberikan yang terbaik bagi calon buah hati mereka.

Salah satu cara yang populer adalah memutarkan musik klasik. Cara ini diharapkan dapat membuat janin bisa berkembang menjadi anak yang lebih cerdas.

Kepercayaan ini telah menjadi begitu kuat sehingga istilah, seperti Baby Mozart dan Baby Einstein menjadi sangat populer di kalangan orang tua muda.

Istilah itu mengacu pada koleksi musik dan materi pembelajaran yang dirancang khusus untuk bayi dan janin dengan anggapan bahwa paparan musik klasik sejak dini akan meningkatkan kecerdasan mereka.

Sebutan tersebut kemudian menjadi simbol dari keyakinan luas bahwa musik klasik adalah kunci untuk menghasilkan bayi yang lebih cerdas.

Namun, di balik kepercayaan yang menggiurkan itu, apa sebenarnya yang dikatakan oleh sains? Ternyata, cerita yang beredar jauh berbeda dari apa yang sesungguhnya ditemukan oleh penelitian.

Musik memang memiliki manfaat nyata untuk perkembangan bayi, tetapi klaim bahwa musik klasik membuat bayi lebih pintar tidak didukung oleh bukti ilmiah yang solid. Bagaimana bisa mitos ini terbentuk dan bertahan selama puluhan tahun?

Asal Mula Mitos Mozart Effect

Rekomendasi Untuk Anda

Segalanya dimulai dari satu penelitian sederhana pada 1993. Psikolog Frances Rauscher dari Universitas California, Irvine, melakukan studi yang akhirnya dipublikasikan di jurnal Nature.

Dalam penelitian tersebut, 36 mahasiswa dewasa diminta mendengarkan Sonata for Two Pianos in D Major karya Mozart selama 10 menit, kemudian mengerjakan tes penalaran spasial.

Hasilnya, kelompok yang mendengarkan Mozart sedikit lebih baik dalam menjawab tes dibandingkan kelompok yang tidak terlibat dalam penelitian ini.

Temuan sederhana itu dengan cepat menarik perhatian media massa. Namun, liputan yang muncul jauh berbeda dari apa yang sebenarnya ditemukan.

Sejumlah pemberitaan mulai menyatakan bahwa musik klasik membuat bayi lebih pintar. Padahal, studi asli tidak pernah membuat klaim semacam itu.

Penelitian hanya melibatkan orang dewasa, bukan bayi atau janin. Bahkan, efeknya sangat singkat, hanya berlangsung 15 menit setelah mendengarkan musik.

Menurut Dokter Spesialis Anak RS Pondok Indah Bintaro Jaya, dr Liza Fitria, Sp.A, detail penting ini sering kali terlupakan dalam penyebaran informasi.

"Publikasi tersebut hanya menyebutkan peningkatan kemampuan spasial pada subjek penelitian yang merupakan dewasa muda, bukan anak atau bayi," ujar dr Liza dikutip dari laman Kompas.com.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas