Dana tersebut digunakan untuk membantu masalah sosial seperti pembangunan 5 perpustakaan di NTT, bantuan korban bom, parsel untuk penderita kusta hingga didanainya biaya bayi yang mengalami kesulitan bernapas.
Pencapaiannya nggak berhenti sampai disitu, setahun setelahnya Timmy pun berhasil merangkul investor untuk mematangkan bisnisnya.
Patungan lebih asyik!
Hingga kini, lebih dari satu juta orang baik telah bergabung di platform fundraising miliknya dengan total donasi yang sudah tersalurkan mencapai lebih dari Rp 434 Miliar.
Bantuan itu nggak cuma berfokus pada isu medis saja, tapi Kitabisa.com juga menyalurkan dana pada pembangunan rumah ibadah, hewan terlantar, beasiswa dan bentuk-bentuk masalah sosial lainnya.
Timmy berharap, Kitabisa.com dapat menjadi sebuah wadah untuk menampung ide masyarakat yang berhubungan dengan kegiatan sosial.
Menurutnya, keberhasilan yang ia peroleh bukan berkaca dari besarnya donasi yang didapat, tapi kepuasan hati bisa melaksanakan proyek sosial yang direncanakan dan dapat memberi dampak positif bagi masyarakat yang terbantu.
Berkat inovasi dan tujuannya yang mulia, namanya masuk dalam daftar Forbes Asia sebagai satu dari 30 anak muda berpengaruh yang menjadi social entrepreneur handal. Hebat, empat jempol untuk Timmy!