Pemecatan bukan kali pertama yang dilakukan Amazon, sebelumnya perusahaan ini telah memangkas 10.000 pekerja di sepanjang November 2022.
Raksasa teknologi yang berbasis di Amerika ini juga turut menghentikan perekrutan dan membatalkan proyek-proyek seperti pengiriman barang menggunakan robot.
Baca juga: Tuntut Kenaikan Gaji, 300 Karyawan Amazon di Inggris Melakukan Aksi Mogok Kerja
Walau Amazon tengah menghadapi pukulan besar, CEO Jessy menegaskan bahwa perusahaannya akan tetap melanjutkan investasi di bidang komputasi awan dan bisnis periklanan serta streaming video di tahun ini.
Baca tanpa iklan