News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pemanfaatan Biomassa untuk Bahan Bakar PLTU Tekan Emisi Karbon 921 Ribu Ton CO2

Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Sanusi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TEKAN EMISI KARBON - Serbuk kayu menjadi salah satu bahan bakar PLTU pengganti batubara. Pemanfaatan biomassa untuk mengurangi penggunaan batubara pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) melalui program cofiring telah menekan emisi karbon sebesar 921.119 ton CO2 sepanjang 2024, Senin (3/2/2025).

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PLN Indonesia Power (PLN IP) mencatat sepanjang 2024 telah menekan emisi karbon sebesar 921.119 ton CO2.

Capaian ini dihasilkan dari pemanfaatan biomassa untuk mengurangi penggunaan batubara pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) melalui program cofiring.

Direktur Utama PLN Indonesia Power Edwin Nugraha Putra mengatakan, penerapan cofiring pada 2024 mampu menghasilkan green energy sebesar 814 GWh dan berdampak positif bagi lingkungan dengan menurunnya emisi karbon sebesar 921.119 Ton CO2.

Baca juga: Dukung Zero Emission, Program Penghijauan Ini Mampu Mereduksi 127,6 Ton Emisi Karbon

Menurutnya, sepanjang 2024 PLN Indonesia Power juga memanfaatkan 793.060 ton biomassa untuk mengurangi konsumsi batubara yang terdiri dari pellet kayu, sampah, cangkang sawit, serbuk gergaji, sekam padi hingga limbah racik uang kertas sebagai bahan baku cofiring pada PLTU.

"Kami berkomitmen untuk mengurangi penggunaan batubara dengan pemanfaatan biomassa untuk cofiring di PLTU," tutur Edwin dalam keterangannya, Senin (3/1/2025).

Edwin melanjutkan, PLN Indonesia Power juga akan terus melakukan pengembangan inovasi teknologi untuk menekan angka emisi di Indonesia, sehingga sektor ketenagalistrikan dapat berperan besar dalam mengurangi emisi karbon.

Baca juga: BUMN Didorong Jalankan Transformasi Energi dan Kurangi Emisi Karbon

"PLN Indonesia power terbuka melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mengembangkan teknologi yang dapat mengurangi emisi karbon," tutur Edwin.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini