News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

IHSG Jatuh 7 Persen Setelah MSCI Bekukan Perubahan Evaluasi Saham RI

Editor: Choirul Arifin
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

IHSG JATUH - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia anjlok 7 persen pada perdagangan awal hari ini setelah penyedia indeks MSCI membekukan perubahan evaluasi saham RI.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) anjlok 7 persen pada perdagangan awal Rabu, 28 Januari 2026 setelah penyedia indeks MSCI membekukan perubahan evaluasi saham RI.

MSCI mengumumkan keputusan untuk menerapkan perlakuan sementara terhadap pasar  Indonesia dengan membekukan sejumlah perubahan dalam evaluasi indeks akan menekan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan berpotensi menghambat arus dana investor asing. 

Dalam pengumumannya, MSCI akan membekukan seluruh kenaikan Foreign Inclusion Factor (FIF) dan Number of Shares (NOS), serta tidak mengimplementasikan penambahan saham baru ke dalam MSCI Investable Market Indexes (IMI).

MSCI juga meniadakan kenaikan segmen ukuran indeks, termasuk migrasi saham dari Small Cap ke Standard. Hal ini diterapkan untuk memitigasi risiko turnover indeks dan risiko investabilitas. 

“Sekaligus memberikan waktu bagi otoritas pasar terkait untuk menghadirkan peningkatan transparansi yang lebih bermakna,” tulis pengumuman MSCI yang dirilis pada Selasa (27/1) malam. 

Bursa Efek Indonesia (IDX), OJK dan Lembaga Penitipan dan Penyelesaian Sekuritas sedang berdiskusi dengan MSCI untuk mengatasi masalah transparansi data, kata operator bursa kepada Reuters.

Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia Kautsar Primadi mengatakan BEI, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) akan terus melakukan diskusi dengan MSCI. 

“Sebelumnya, kami telah melakukan peningkatan keterbukaan dengan menyampaikan pengumuman data free float di website BEI,” kata dia, Rabu (28/1). 

Kautsar bilang jika dirasakan MSCI belum cukup, BEI akan terus melakukan diskusi atas transparansi data sesuai proposal MSCI untuk menemukan kesepakatan. 

Tim Riset KISI Sekuritas Indonesia mengatakan, interim freeze itu membuat tidak akan ada penambahan saham baru (Additions) atau promosi (Small to Standard) untuk emiten Indonesia pada review periode Februari 2026.

“Dampak langsung ke (saham) kandidat adalah seluruh tesis investasi berbasis inklusi MSCI untuk Februari ini gugur,” tulisnya dalam riset yang diterima KONTAN, RAbu (28/1).

Masalah utama dari keputusan itu adalah krisis kepercayaan. MSCI menyebutkan investor global tidak percaya pada data kepemilikan saham, baik punya KSEI maupun BEI. 

Ini lantaran terdapat masalah terkait struktur kepemilikan yang buram (opacity) dan dugaan manipulasi harga terkoordinasi (coordinated trading behavior).

“Secara sederhana market kita dianggap terlalu banyak "gorengan" dan data free float-nya tidak mencerminkan realita,” katanya.

Baca juga: IHSG Ditutup Menguat Tipis: Saham GOTO Naik 8,33 Persen, Astra dan United Tractors Ambles 

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini