Oleh karena itu, penurunan indeks justru dapat dimanfaatkan sebagai peluang investasi.
“Secara dinamika perekonomian, fundamental makroekonomi Indonesia sebenarnya masih solid,” tegasnya.
“Dengan adanya penurunan IHSG ini, investor sebaiknya tidak panik dan dapat mempertimbangkan strategi buy on dip,” paparnya.
Tercatat, sepanjang perdagangan sesi pertama, IHSG bergerak pada rentang 8.269,14 sampai 8.596,17.
Nilai transaksi mencapai Rp30 triliun dengan melibatkan 40,69 miliar saham.
Hanya 32 saham berhasil menguat, 800 saham anjlok, dan 126 saham stagnan.
Baca tanpa iklan