TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Industri Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) terus menunjukkan kinerja positif dan menjadi salah satu sektor paling dinamis di industri makanan dan minuman nasional.
Pertumbuhan industri AMDK tercatat konsisten di kisaran 5–8 persen per tahun, dengan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional.
Ketua Umum Perkumpulan Usaha Air Minum Dalam Kemasan Nusantara (Amdatara), Karyanto Wibowo, menyebutkan kapasitas produksi industri AMDK saat ini mencapai sekitar 47 miliar liter per tahun.
Baca juga: DPR Soroti Dominasi Asing di Industri AMDK, Padahal Air Melimpah
Sektor ini melibatkan lebih dari 700 perusahaan dan menyerap sekitar 46 ribu tenaga kerja langsung di berbagai daerah.
“Artinya, industri AMDK telah menciptakan lapangan kerja, memperkuat rantai pasok, mendorong pengembangan UMKM, serta menghasilkan multiplier effect bagi sektor ekonomi lainnya,” ujar Karyanto di sela Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Amdatara di Jakarta, belum lama ini.
Ia menegaskan, industri AMDK yang kuat, aman, dan berkelanjutan memiliki peran strategis dalam mendukung kualitas hidup masyarakat sekaligus memperkokoh struktur ekonomi nasional.
“Kami meyakini industri AMDK dapat menjadi salah satu pondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi ke depan,” katanya.
Ditambahkan Karyato, Rakernas Amdatara digelar untuk memperkuat konsolidasi internal organisasi, meningkatkan kolaborasi lintas pemangku kepentingan, serta merumuskan arah kebijakan dalam mendorong pertumbuhan industri AMDK yang sehat, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Baca juga: Pemerintah Pusat Keberatan, Bali Melarang Produksi AMDK di Bawah 1 Liter
Dalam upaya tersebut, Amdatara telah menjalin dialog dengan sejumlah kementerian dan lembaga strategis, antara lain Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Kementerian Perhubungan (Kemenhub), serta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
“Alhamdulillah, kami mendapatkan dukungan dari pemerintah yang menjadi mitra strategis dalam pengembangan industri AMDK,” ujar Karyanto.
Selain memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat, Amdatara juga fokus memperluas dan memperkuat jaringan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) sebagai bagian dari struktur organisasi wilayah.
Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan pelayanan kepada anggota sekaligus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah.
“Sebagian besar perusahaan AMDK beroperasi di daerah, sehingga penguatan jaringan organisasi di tingkat lokal menjadi kunci,” ucapnya.
Rakernas I Amdatara juga dihadiri berbagai pemangku kepentingan, antara lain Direktur Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Wilayah Pesisir dan Laut Kementerian Lingkungan Hidup Sayid Muhadhar, serta perwakilan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR.
Baca tanpa iklan