Produksi tersebut, menurut dia, berjalan terus-menerus sehingga stok tidak hanya bergantung pada cadangan 20 hari, melainkan disuplai secara kontinyu.
Ia menjelaskan, kapasitas tempat penyimpanan (storage) minyak Indonesia sejak dulu memang hanya menampung pasokan selama 25 hari.
Saat ini, kata Bahlil, realisasi stok yang tersedia berada di angka 23 hari, masih di atas batas aman standar nasional.
"Nah, standar minimal ketersediaan kita itu untuk standar nasional minimal harus di atas 20 hari. Sekarang minyak kita 23 hari. Jadi itu artinya bahwa standar kepemilikan kita, minyak kita itu aman," imbuhnya.
Baca tanpa iklan