News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Iran Vs Amerika Memanas

IMF Ingatkan Ancaman Resesi Global Jika Perang di Timur Tengah Berlanjut

Penulis: Hasanudin Aco
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

DITUTUP - Iran menutup Selat Hormuz buntut perang melawan koalisi Amerika Serikat dan Israel. TRIBUNNEWS

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Dana Moneter Internasional (IMF) memperingatkan eskalasi perang di Timur Tengah dapat memicu resesi global.

Di tengah situasi ekonomi yang kian tak menentu, IMF yang berbasis di Washington tersebut mengatakan bahwa kerusakan ekonomi akibat perang Iran Vs AS-Israel akan terus meningkat.

IMF memangkas perkiraan pertumbuhan ekonomi global untuk tahun 2026 berdasarkan dampak perang di Timur Tengah itu.

Dalam laporan tengah tahun, IMF mengatakan skenario terburuk yang disebut "skenario parah" jika perang berkepanjangan dan harga energi yang terus tinggi.

Laporan  tersebut menyatakan bahwa dunia akan menghadapi "situasi kritis menuju resesi global" untuk kelima kalinya sejak tahun 1980.

Peringatan IMF tersebut mendorong Menteri Keuangan Inggris, Rachel Reeves, mengeluarkan kecaman terkeras pemerintah Inggris terhadap Presiden AS Donald Trump. 

“Perang di Iran bukanlah perang kita tetapi akan menimbulkan biaya bagi Inggris. Ini bukanlah biaya yang saya inginkan, tetapi ini adalah biaya yang harus kita tanggung," katanya.

Berbicara sebelum berangkat ke Washington untuk pertemuan IMF, Reeves menyalahkan Donald Trump atas dampak perang terhadap “keluarga di Inggris, tetapi juga keluarga di AS dan di seluruh dunia”.

“Saya merasa sangat frustrasi dan marah karena AS memasuki perang ini tanpa rencana keluar yang jelas, tanpa gagasan yang jelas tentang apa yang ingin mereka capai.”

Saat para menteri keuangan dan kepala bank sentral dari seluruh dunia berkumpul di Washington untuk pertemuan IMF dan Bank Dunia, IMF mengatakan bahwa perang telah memperburuk prospek pertumbuhan global.

Negara yang paling berdampak

IMF mengatakan bahwa negara-negara pengimpor energi bersih dan negara-negara berkembang akan menghadapi dampak terbesar dari perang di Timur Tengah.

Inflasi akan kenaikan harga barang dan jasa akan terus naik yang pada akhirnya menggerus daya beli masyarakat hingga mendorong kemiskinan.

IMF menurunkan perkiraan pertumbuhan ekonomi AS untuk tahun 2026 sebesar 0,1 poin persentase, menjadi 2,3 persen.

Jika Selat Hormuz Ditutup akan Berbahaya

CEO Citadel, Ken Griffin, mengatakan pada hari Selasa bahwa ekonomi global sedang menuju resesi jika Selat Hormuz di Iran tetap tertutup untuk waktu yang lebih lama.

“Mari kita asumsikan [selat itu] ditutup selama enam hingga 12 bulan ke depan — dunia akan berakhir dalam resesi,” kata Griffin di atas panggung pada konferensi Semafor World Economy di Washington, DC.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini