Laporan Wartawan Tribunnews.com Theresia Felisiani
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Jajaran Polri di Indonesia melakukan penyemprotan disinfektan secara serempak guna mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19.
Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Argo Yuwono mengatakan penyemprotan massal dan serentak tersebut dimulai pukul 09.00 WIB atau 10.00 WITA atau 11.00 WIT.
"Saat ini seluruh satuan kerja di wilayah Indonesia baik di Polda dan Polri dibantu TNI dan Pemda telah menyemprotkan disiinfentan di jalan-jalan. Kami bersinergi minimalisir penyebaran virus corona," ungkap Argo di Bareskrim Polri, Selasa (31/3/2020).
Baca: Wapres Maruf Amin: Risiko Penularan Covid-19 Besar Sekali Kalau Mudik
Argo menjelaskan kegiatan penyemprotan secara serentak ini berjalan lancar dan baik.
Upaya ini diterima masyarakat karena sebelumnya sudah ada pemberitahuan soal penyemprotan disinfektan.
"Sebelumnya sudah disampaikan ke masyarakat, sudah di woro-woro akan ada penyemprotan disinfektan di jalan. Biar tidak menimbulkan pesan, ada apa ini," katanya.
Baca: Wacana Larangan Mudik, Sri Sultan HB X Tunggu Kebijakan Pemerintah Pusat
Untuk diketahui penyemprotan massal ini merupakan instruksi yang tertuang dalam surat telegram bernomor ST/1008/III/KES.7/2020 tanggal 27 Maret 2020 yang ditandatangani Wakapolri.
Wakapolri meminta seluruh jajarannya bersinergi meminimalisir penyebaran virus corona dengan menggunakan seluruh kendaraan dinas Polri seperti water cannon dan KBR atau menggunakan kendaraan dinas lain seperti mobil pemadam kebakaran dan sarana pendukung lain.
1.528 kasus corona di Indonesia
Juru Bicara Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengumumkan update terbaru mengenai jumlah pasien Covid-19.
Pada Selasa (31/3/2020), Yuri, sapaannya, melaporkan jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia menjadi 1.528 kasus.
Yuri mengatakan terdapat 114 kasus baru dari sebelumnya 1.414 kasus.
"Penambahan konfirmasi kasus positif 114 orang, total kasus menjadi 1.528," ujar Yuri, di kantor BNPB, Jakarta, Senin (31/3/2020).
Baca: Studi China: Penyebaran Virus Covid-19 Bisa Melambat di Negara Bercuaca Lebih Hangat