News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pembelajaran Tatap Muka

PTM 100 Persen Dinilai Tak Relevan Dilakukan Saat Ini, Pakar Epidemiologi Jelaskan Alasannya

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Anita K Wardhani
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Siswa SMPN 9 Semarang melakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen mulai Senin (10/1/2022). Pembelajaran tatap muka dilaksanakan hari Senin sampai dengan Jumat dengan ketentuan setiap harinya 6 jam pembelajaran, kecuali hari Jumat hanya 4 jam pelajaran. Pembelajaran tatap muka wajib untuk setiap siswa dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. TRIBUN JATENG/HERMAWAN HANDAKA

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Pembelajaran tatap muka (PTM) memang harus menjadi prioritas.

Hal dikarenakan anak-anak sudah terlalu lama melakukan pembelajaran di rumah.

Pembelajaran tatap muka dinilai jauh lebih efektif ketimbang daring.

Baca juga: Omicron Terus Naik, Pelaksanaan PTM Gunakan Sistem Buka Tutup

Baca juga: Covid-19 Naik, Walkot Arief Putuskan PTM Kembali 50 Persen, Pegawai Pemkot Tangerang WFH 50 Persen

Namun, menurut Pakar Epidemiologi Griffith University, Dicky Budiman Indonesia, ada yang harus diperhatikan.

Pemerintah, dalam hal ini pemerintah daerah menurut Dicky seharusnya membuat suatu konsep.

Siswa memeriksakan suhu tubuh sebelum masuk kelas pada pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen di SDN 065 Cihampelas, Jalan Cihampelas, Kota Bandung, Senin (10/1/2022). Dinas Pendidikan Kota Bandung menerapkan pembagian empat kelompok simulasi PTM 100 persen di Kota Bandung. Kelompok simulasi satu menjalankan PTM dengan jumlah 100 persen, kelompok dua 75 persen, tiga 50 persen, dan yang belum menjalankan PTM dengan kapasitas pelajar maksimal 25 persen. Sementara durasi pembelajaran dibatasi diatur per sesi. TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN)

Dimana sekolah menjadi yang paling terakhir ditutup saat pandemi memburuk.

Namun segera dibuka ketika situasi terkendali.

"Dan ini kesalahan Pemda selama ini. Padahal prinsipnya ketika pandemi memburuk, sekolah terakhir ditutup.

Dan ketika membaik segera dibuka. Ini gak dilakukan selama ini. sehingga banyak sekali anak- anak lebih setahun tidak sekolah," ungkap Dicky pada Tribunnews, Jumat (21/1/2022).

Hal ini berbeda dengan pusat perbelanjaan yang langsung buka. Begitu pula pada pasar. Menurut Dicky telah terjadi salah kaprah.

Justru saat ini, ketika PTM dibuka 100 dengan situasi yang tidak relevan.

Dicky pun menambahkan jika situasi saat ini tidak relevan untuk membuka PTM 100 persen.

Ahli Epidemiologi Indonesia dan Peneliti Pandemi dari Griffith University, Dicky Budiman. (dok pribadi)

Bahkan di beberapa kota di Jakarta, membuka sekolah untuk kapasitas 50 persen dinilai cukup mengkhawatirkan karena trend kenaikan kasus.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda

Berita Populer

Berita Terkini