“Dengan memahami ada genjala awal berupa pusing, lemas, kram otot, ataupun muak," imbuhnya.
Jika gejala tersebut muncul, jemaah disarankan segera beristirahat, mencari tempat teduh, dan meningkatkan asupan cairan.
Namun, jika muncul tanda bahaya seperti kebingungan atau penurunan kesadaran, kondisi tersebut sudah masuk kategori darurat medis dan harus segera ditangani tenaga kesehatan.
Kesimpulannya, risiko kesehatan pada haji 2026 merupakan kombinasi antara penyakit kronis, infeksi, dan stres panas ekstrem.
Namun, dengan persiapan yang tepat dan langkah pencegahan yang disiplin, risiko tersebut dapat diminimalkan sehingga jemaah tetap dapat menjalankan ibadah dengan aman. (*)
Baca tanpa iklan